Home
Wanita sebagai BUNDA PERADABAN

Wanita sebagai BUNDA PERADABAN

Jika wanita disebut sebagai “Madrasatul Ulaa” madarasah pertama bagi anak-anaknya, maka dapat disimpulkan bahwa para wanita adalah Rahim peradaban. Artinya baik atau buruknya peradaban saat ini bergantung pada kualitas wanitanya. Dalam sebuah artikel, Nasyiah Palopo menyampaikan peran perempuan dalam membangun peradaban, bahwa:  

Perempuan memiliki peran vital sebagai garda terdepan pendidikan generasi peradaban, cahaya kegelapan, sang motivator sejati, pejuang ulung, pemerhati hebat. Sehingga ada ungkapan bijak mengatakan bahwa, perempuan adalah tiang negara, apabila perempuan itu baik maka baik pula negaranya dan apabila perempuan itu rusak maka rusak pulalah negaranya. Oleh karena itu, apabila perempuan itu baik sesuai dengan tuntunan syariat dan petunjuk Ilahi, maka baiklah seluruh sendi kehidupan, karena kehidupan membutuhkan perempuan tangguh sebagaimana awal peredaban ini terbentuk karena dipelopori oleh sosok perempuan hebat, yang merupakan Ummu Basyar (ibu umat manusia) dia adalah Siti Hawa yang melahirkan generasi masa depan yang menjadi cikal bakal terbentuknya peradaban dunia.

Wanita sholeha merupakan pioneer-pioneer kebaikan yang memiliki kedudukan tinggi yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya, ia adalah  perempuan yang senantiasa melakukan ketaatan kepada Allah, memiliki aqidah yang kokoh, berakhlak mulia, dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya, berilmu, berpendidikan dan berwawasan luas, serta dapat menjadi madrasah utama dan pertama bagi anak-anaknya. Sehingga, Imam Al-Ghazali pernah berkata didiklah anakmu dua puluh lima tahun sebelum ia dilahirkan, artinya didiklah diri kita sehingga memiliki aqidah yang kokoh dan senatiasa beribada kepada Allah SWT serta berakhakul karimah yang hatinya senantiasa terpaut dengan Al-qur’an.

Dengan demikian wanita sholeha ditempatkan oleh Allah pada porsi yang agung karena memiliki kekuatan mempesona, karena dengan ridhonya menjadikan anak-anaknya  mudah untuk masuk surga. Sehingga Ibn Umar anak dari Umar bin Khattab sangat bersedih karena kematian ibunya, ketika ditanya kenapa engkau sangat bersedih karena kehilangan ibumu? dia lalu menjawab, karena gerbang surga yang paling indah sudah tertutup semenjak tertutupnya mata ibuku. Uwais Al-Qorni adalah orang yang dijuluki Rasulullah penduduk langit, dia tidak berjihad dan tidak pernah bertemu dengan Rasulullah tapi pada saat dia berdo’a, do’anya tidak pernah tertolak karena tidak ada penghalang dan doanya langsung diijabah oleh Allah, semua itu karena baktinya yang tulus kepada ibunya pada saat ibunya sakit sehingga dia mendapat ridho dari ibunya. Oleh karena itu dia terkenal di langit meski dia bukan siapa-siapa di bumi. Rasulullah berkata kepada sahabatnya “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan Uwais Al-Qorni mintalah doa dan istighfarnya karena dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi” (HR. Ahmad).

Wanita sholeha ketiaka ia menjadi seorang ibu ia memiliki kekuatan, kehangatan hati, yang penuh dengan cinta dan kasih sayang untuk melahirkan anak yang sholeh-sholeha yang akan menunggunya kelak di depan pintu surga untuk  memberikan syafaat kepada orang tuanya yang telah mendidik mereka. Perempuan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya agar senantiasa taat kepada Allah dan Rasulnya serta membimbing anak-anaknya untuk jauh dari segala kemaksiatan.

Para ulama pernah berkata bahwa pilar kebaikan suatu umat atau suatu bangsa diletakkan pada wanita, sebagaimana keburukan, dan pilar keburukan itu ketika kita melihat wanita-wanita itu buruk. Maka cukuplah wanita yahudi itu rusak karena mereka mendapati wanita-wanita mereka rusak dan tidaklah jahiliah itu dari kalangan musyrikun rusak, karena sesungguhnya para wanitanya pun rusak. Dengan demikian, kedudukan perempuan di mata yahudi hanyalah aib sebagai sebuah penyakit dan masalah karena mereka menganggap bahwa dikeluarkanya Adam dari surga karena perempuan, yaitu Hawa. Keyakinan mereka menganggap bahwa Hawa yang membujuk Adam untuk memakan buah quldhi buah yang diharamkan oleh Allah. Nashara pun memiliki pandangan yang sama sehingga mengadakan konfrensi pada abad ke-lima. Mereka ingin mendapatkan suatu fakta apakah wanita ini ruh atau fisik saja dan alhasil mereka berkesimpulan lalu bersepakat kalau perempuan itu hanyalah fisik saja dan tidak memiliki ruh. Sehingga, semua wanita ditempatkan di neraka kecuali satu wanita saja yang berada di surga yaitu ibunda Maryam ibunya Isa.

Peradaban itu akan terbentuk dengan megah dan salah satu penopangnya adalah perempuan yang memahami dan menjaga fitranya sehingga menetapkan Allah sebagai tujuan hidupnya. Dengan demikian, sosok role model atau yang patut memjadi panutan dan teladan yang mulia yaitu perempuan yang mampu berkontribusi besar untuk menolong agama Allah di mana  kemenangan dan kejayaan berada di tangan Islam. Mereka adalah perempuan-perempuan hebat penuh inspiratif yang jaminannya adalah surga yang telah menjadi pelaku sejarah dan dicatat dengan tinta emas. Mereka adalah Ibunda Khadijah Al-Kubra binti Khuwailid, Ibunda Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah, Ibunda Maryam binti Imran, dan Ibunda Asyiah binti Muzahim istri Fir’aun serta ibunda Aisyah Shiddiq binti Abu Bakar.

Ibunda khadijah adalah sosok perempuan hebat, kehebatan, kemuliaan dan keikhlasannya mewarnai perjuangan Rasulullah diawal-awal Islam hadir di tengah-tengah kejahiliaan. Rasulullah sangat menghormati dan mencintai Ibunda Khadijah bahkan setelah wafat pun Nabi masih mengenang kemuliaan Khadijah. Sampai Rasul pernah berkata bahwa, pada saat semua orang  menentangku Khadijah tetap mendukungku, pada saat semua orang masih kafir dialah yang pertama memeluk Islam, dan pada saat semua orang membenciku dialah yang menjadi penolong dan penguatku. Kemuliaan bunda Fatimah adalah memiliki kelembutan hati, kecintaan dan ketaantan kepada orang tuanya dan ketaatan kepada suaminya serta kecintaan kepada sunnah daripada dirinya. Sehingga diriwayatkan pernah meminta pembantu kepada Rasulullah namun Rasulullah hanya berkata, mauka aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik daripa seorang budak yaitu ucapkanlah kalimat takbir, tahmid dan wahai anakku bersabarlah untuk menanggung segala hal berat di dunia agar kelak di akhirat engkau mendapat pahala. Sehingga para ulama pernah berkata wahai wanita kurangilah kesenanganmuu di dunia supaya bertambah kesenanganmu di akhirat.

Selanjutnya role model bagi perempuan adalah Ibunda Maryam binti Imran, kemulian yang dimiliki adalah bagaimana dia menjaga kesuciaanya, dia adalah perempuan yang dijaga kesuciannya oleh Allah sekaligus diberi tugas istimewa yaitu mengandung Nabi Isa walau ia tidak menikah dan tidak pernah tersentu laki-laki. Celaan demi celaan dan berbagai hujatan yang dia dapatkan namun diterima dengan kebesaran hati penuh kesabaran serta memiliki kebeningan hati dan  hanya bersandar di pohon kurma lalu berdoa kepada Allah untuk dimatikan supaya orang-orang melupakannya sehingga tidak bertambah dosa bagi orang-orang yang telah mencelanya. Role model selanjutnya yaitu Asyiah istri Fir’aun dia aalah sosok perempuan yang memiliki keyakinan yang teguh untuk mempertahankan aqidah dan tidak tergiur dengan kedudukan harta, kemewahan walau suaminya dipenuhi dengan kegelimangan harta tapi dia tetep bertahan dengan keimanannya walau badai terbentang di hadapannya tapi dia tetap bertahan mempertahankan keyakinannya. Selanjutnya Ibunda Aisyah adalah sosok perempuan cerdas yang berkontribusi besar dalam  mendidik generasi Islam, dia adalah pejuang dan sosok orator ulung selalu berfikir kritis dan analitis dia teelah banyak menghafalkan hadis dari Nabi Muhammad dan keilmuannya tentang fiqih dan tafsir Al-qur’an sangat luar biasa. Inilah beberapa sosok perempuan panutan role model perempuan-perempuan inspiratif yang telah berkontribusi besar untuk kejayaan peradaban Islam.

 

Siti Aminah Al Fakir_

10 Comments

Leave a Comment

*

*