Home
Untukmu Yang Berjuang.

Untukmu Yang Berjuang.

Untukmu yang berjuang…….. Bersabarlah

Hidup ialah perjuangan. Kita tudak perlu membahas apa itu perjuangan karena telah banyak yang membahas akan hal ini (silakan kunjungi https://kbbi.web.id/juang ). Seperti seorang ibu yang berjuang keras melahirkan anaknya tak peduli akan keselamatan dirinya sendiri, seorang ayah yang berjuang keras siang malam untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya, dan sebagainya, bahkan para Shahabat pun berjuang dalam mempertahankan keimanan mereka di kala siksaan dari kaum musyrikin Quraisy, juga perjuangan mereka dalam menyebarkan agama yang sangat mulia ini lalu dilanjutkan oleh murid-muridnya hingga sekarang dapat kita rasakan bagaimana berat dan kerasnya perjuangan mereka Radhiyallahu ‘anhum ajma’in, (Semoga Allah memuliakan mereka dan mengumpulkan kita bersama mereka. Aamiin).

Maka sekarangpun kita juga berjuang. Selain agama kita yang sering diserang dengan berbagai ancaman dari segala arah yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Jalla Dzikruhu, kita sedang diuji dengan sebuah musibah yang tidak biasa. Berawal dari pasar hewan liar di Wuhan, China, hingga berkembang sampai menjadi musibah belum berhenti hingga kini.  Allah berfirman,

كَثِيرٍۢ عَن وَيَعْفُوا۟أَيْدِيكُمْ كَسَبَتْ فَبِمَا مُّصِيبَةٍۢ مِّن أَصَـٰبَكُم وَمَآ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS Asy-Syura(42) : 30)

Iya…. Covid-19 atau yang lebih dikenal sebagai virus corona telah memberikan dampak yang cukup signifikan dalam merubah sistem di seluruh dunia. Bagaimana tidak ?. setiap hari kita melihat seperti banyaknya orang memakai masker, di setiap tempat menerapkan peraturan jaga jarak untuk mengantisipasi penyebaran virus ini, hingga gaungan “Tetap di rumah saja” selalu bermunculan di setiap media sosial, koran, majalah, siaran televisi, maupun spanduk dan baliho yang terpampang di jalan yang kita lewati serta tata cara penguburan jenazah yang sebenarnya sederhana dilakukan malah menjadi rumit dengan setiap protokol kesehatan yang ada dalam mengurangi penyebarannya. Tak perlu  kita sebutkan berapa banyak korban, baik yang terpapar, sembuh, hingga yang telah Allah matikan ?. Jutaan jiwa….dan itu setiap hari disiarkan oleh berita di segala tv nasional yang ada. Tak perlu kita hitung banyaknya biaya yang dikeluarkan semua negara termasuk Indonesia untuk menangani virus ini ?. Miliaran ????. Sekarang sudah triliunan atau ratusan triliun yang telah dikeluarkan untuk mengatasinya.

Keluhan demi keluhan banyak dilontarkan setiap insan yang mulai tidak betah akan situasi ini, kita bisa merasakan seperti apa keadaan ekonomi kita semakin terpuruk dan jatuh, suasana sekolahan yang sering dipenuhi fokus belajar menjelma berubah mati suri dengan pembelajaran yang dilanjutkan secara daring. Pemberhentian karyawan dari kerja secara besar-besaran dan tak terduga pun sulit dihindarkan. Banyak yang pasrah, tidak sedikit pula menderita atas yang terjadi.

Maka penulis ingin menyampaikan kepada sesama orang yang ikut terkena dampak, baik secara material maupun fisik. Kepada yang mengatakan bahwa semua ini tidak ada akhirnya. Kepada yang pasrah dengan cara yang tidak masuk akan dan dibenarkan syari’at.

Saya sampaikan :

“Untuk tim medis dimanapun mereka berada…….. Bersabarlah.

Kalian bekerja siang-malam terus memastikan kesehatan pasien. Kalian enggan meletakkan APD (Alat Pelindung Diri) walau sejenak demi kesembuhan pasien. Kalian rela kelaparan dan kehausan yang sangat, kalian menahan baung air untuk keselamatan pasien. Kekhawatiran kalian mengalahkan hasrat keluarga kalian yang menginginkan sebuah kepulangan dan hangatnya pelukan.

Semoga Allah selalu menjaga kalian.

Aamiin.

Untuk orang tua di setiap langkah kami menerjang………Bersabarlah.

Kalian membanting tulang melebihi hari biasa untuk kebutuhan tambahan dari kebutuhan sehari-hari, KUOTA INTERNET. Kalian mencari, mencari, dan terus mencari nafkah meski harus memedulikan diri, walau siang berganti posisi dengan malam. Kalian senantiasa berjuang agar anak dapat belajar dengan tenang dan semangat disamping keresahan dan kecemasan yang melanda jiwa.

Semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan  pahala dan rezeki yang halal dan thoyyib.

Aamiin.

Untuk santri, murid, mahasiswa yang belajar di setiap saat…………Bersabarlah.

Kalian menjadi tuntutan atas kerja keras orang tua. Untuk apa ????. sebuah era yang disebut masa depan agar lebih menjamin kehidupan yang akan dijalani dengan baik. Terus bersemangat dalam pembelajaran di layar ponsel pintar. Belajar, belajar, dan belajar sampai yang kalian inginkan tercapai. Jangan sampai kesia-siaan menjadi output (keluaran) yang mereka genggam.

Semoga Allah membantu kita dalam setiap hal dan keadaan yang kita alami.

Aamiin.”

Mari kita bersama-sama saling bahu membahu membantu semampu kita dan selalu mengingatkan akan pentingnya dengan menerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak). Tak lupa pula, kita terus memperbaiki diri dan sering introspeksi diri karena segala yang menimpa kita itu disebabkan oleh perbuatan tangan kita sendiri (lihat QS. Asy-Syura ayat 30), namun Allah Rabbul ‘Alamin juga tidak akan memberikan suatu ujian melainkan sesuai kemampuan kita (lihat QS. Al-Baqarah ayat 286).

Semoga Bermanfaat….

Oleh: Ustadz Azzam

30 Comments

Leave a Comment

*

*