Home
UJIAN UNTUK BELAJAR, BUKAN BELAJAR UNTUK UJIAN

UJIAN UNTUK BELAJAR, BUKAN BELAJAR UNTUK UJIAN

 

Oleh: Hasan (Guru Ulul Abshor)

Diadakannya ujian merupakan upaya untuk mengetahui pencapaian dalam ranah belajar mengajar selama semester pertama. Ujian merupakan pendidikan yang sengaja diciptakan untuk mencerdaskan santri. Dengan adanya ujian santri akan terdidik dalam belajarnya, ibadahnya, pengaturan dan pembagian waktunya, akhlaknya, dll. Hal-hal tersebut akan membentuk kepribadian dan mentalnya. Dengan ujian yang berbagai macam bentuk esai ataupun lisan, diharapkan santri dapat mengembangkan nalar berfikir serta mempertajam sikap kritis untuk membaca pristiwa-pristiwa dalam kehidupan di masyarakat kelak.

Banyak pendidikan yang diperoleh segenap santri dan guru dalam pelaksanaan ujian, santri mendapat pendidikan mental dan karakter serta berjuang belajar demi menjawab soal-soal ujian; Para guru yang menjadi pengawas, mendapatkan pendidikan kedisipilanan dan kesabaran selama mengawas ujian dan guru pun akan mengetahui hasil pengajarannya selama satu semester setelah mengoreksi hasil ujian santri.

Namun, jangan salah mengartikan bahwa belajar hanya ditegaskan ketika akan datang waktu ujian. Adanya ujian merupakan tolak ukur bagi santri juga guru selama masa pembelajaran satu semester.

Ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian, itulah kalimat yang familiar di ucapkan para kyai dan guru saat menjelang ujian. Salah satu problematika yang ada pada dunia pendidikan adalah, banyak dari pelajar yang masih menganggap dan berprinsip bahwa belajar itu hanya sewaktu ingin menghadapi ujian saja, banyak yang menganggap bahwa belajar hanya supaya bisa menjawab soal-soal mata pelajaran saat ujian.

Kita pernah mendengar juga kalimat “kita makan untuk hidup bukan hidup untuk makan” kalimat ini memiliki arti dan makna yang hampir sama dengan kalimat di atas, kita sebagai manusia tentunya butuh makan dan minum untuk tetap bertahan hidup, dalam hidup kita tentunya mempunyai tujuan masing-masing, dan untuk menggapai tujuan dan bertahan hidup kita pastinya sangat membutuhkan makan dan minum sebagai sumber kekuatan tubuh untuk tetap melanjutkan aktifitas dalam hidup ini, nah benar sekali kalimat yang mengatakan bahwa kita makan untuk hidup bukan hidup untuk makan.

Sama halnya dengan ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian, pada hakikatnya ujian adalah untuk menguji ilmu yang telah kita pelajari dan kita serap, untuk setelahnya melanjutkan ke level selanjutnya yang lebih tinggi, dan untuk bisa menempuh dan melewati ujian tersebut, kita butuh persiapan, usaha, ketekunan, keikhlasan dan kejujuran dalam belajar, tidak hanya untuk menghadapi ujian dan mendapatkan nilai yang bagus, karena nilai hanya akan tertulis di atas kertas, yang akan kita siapkan dan kita bawa ke tengah masyarakat adalah ilmu dan pengalaman bukan nilai yang sudah kita dapat di sekolah atau universitas.

Betapa bagusnya apabila kita paham akan arti ujian yang sesungguhnya, ujian bukan suatu hal yang harus di takuti dan tidak disenangi, jadikanlah ujian sebagai teman atau sesuatu yang membantu kita dalam mencapai sesuatu yang lebih baik, tentu apabila kita sudah belajar sebelumnya secara maksimal, tekun, rajin, gigih dan selalu berdoa kita pasti akan menghadapinya dengan senang hati.

Ujian tidak semata-mata agar untuk lulus dengan nilai yang tinggi, tetapi ujian yang kita hadapi harus menumbuhkan semangat belajar tanpa henti dan dengan penuh kesabaran sehingga tidak hanya mendapat nilai kuantitaif di atas kertas, tetapi juga nilai kualitaif yang dapat menajadi pegangan dalam hidup.

بِالْاِمْتِحَانِ يُكْرَمُ الْمَرْءُ أَوْ يُهَانُ

“Dengan Ujian Masnusia Bisa Dimuliakan Atau Dihinakan”

Sumber:

https://www.kompasiana.com/atikaameliana/5c0f650b6ddcae37d251daf2/ujian-untuk-belajar-bukan-belajar-untuk-ujianhttps://www.gontor.ac.id/putra6/gontor-mendidik-karakter-santri-dengan-ujian

Leave a Comment

*

*