Home
TIGA KESALAHAN YANG DIAMPUNI ALLAH

TIGA KESALAHAN YANG DIAMPUNI ALLAH

Oleh : Ustadz Aditya Janu Wahyu Saputro

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللهَ وَضَعَ عَنْ أُمَّتِيْ الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ
(رواه ابن ماجه والحاكم والبيهقي)

Dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah mengampuni (beberapa kesalahan) umatku dikarenakan keliru, lupa, dan karena dipaksa.”

(HR. Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)

Hadits di atas menunjukkan kepada kita bahwa betapa Allah Subhanahu wa ta’ala telah memberikan anugrah dan kasih sayang kepada hamba-Nya. Sehingga Allah Subhanahu wa ta’ala mentolelir tiga kesalahan yang kita lakukan di luar batas kuasa kita. Yakni dalam keadaan keliru, lupa, dan terpaksa.
Seseorang yang meninggalkan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala atau melanggar larangan Allah Subhanahu wa ta’ala dengan tidak sengaja atau keliru, maka ia dimaafkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala atau tidak berdosa. Ia juga tidak mendapat hukuman karena kekeliruannya tersebut. Walaupun begitu, kita akan tetap menerima konsekuensi hukumnya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
“…Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allâh Maha pengampun, Maha penyayang.” (QS. al-Ahzâb/33, Ayat : 5)

Kesalahan berikutnya yang dimaafkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala adalah lupa. Maksud lupa di sini adalah lupa yang tidak disengaja. Sedangkan jika kesalahan tersebut dilakukan karena memang tidak mau mengingat, maka ia dihukum walaupun melakukannya karena lupa.

Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa yang lupa kemudian makan dan minum ketika sedang berpuasa, hendaklah ia meneruskan puasanya karena ia diberi makan dan minum oleh Allah.” (HR. Bukhâri No.1933 dan Muslim No. 1155)

Selanjutnya seseorang yang dipaksa melakukan sesuatu baik berupa perkataan atau perbuatan, maka ia tidak akan dihukum atas kesalahan yang dilakukannya. Dan perkataan tersebut tidak bermakna apa-apa karena perkataan yang keluar dari mulutnya itu tidak dilandasi dengan kemauan di dalam hatinya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.” (QS. An-Nahl/16, Ayat : 106)

Betapa agung karunia Allah Subhanahu wa ta’ala kepada kita semua, dimana Allah Subhanahu wa ta’ala meringankan beban atas kekhilafan, kealpaan dan ketidaksengajaan yang kita lakukan.
Marilah kita berdo’a :

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَاعْفُ عَنَّا ۗ وَاغْفِرْ لَنَا ۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

“……. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
(QS. Al-Baqarah/2, Ayat : 286)

SEMOGA BERMANFA’AT

One Comment

Leave a Comment

*

*