Home
Pesantren Hari Ini
yayasan-pondok-pesantren-ulul-abshor-semarang-islam-terpadu-slide-depan

Pesantren Hari Ini

Pesantren Hari Ini

Peradaban pesantren di Indonesia tidak terlahir begitu saja. Masuknya Islam ke Indonesia memuat dampak yang besar terhadap berdirinya pesantren-pesantren hingga hari ini. Melalui proses yang cukup panjang pesantren menjadi basis pendidikan Islam yang sangat penting.

Embrio pesantren sebenarnya sudah ada sejak jaman Nabi. Di mana pada saat itu Nabi melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi salah satu yang tercatat dalam sejarah adalah rumah Arqam bin Abu Arqam. Yang kemudian mereka tergolong dalam As-Sabiqunal Awwalun. Banyak sekali pendapat yang mengutarakan tentang sejarah pesantren yang ada di Indonesia. Terlepas dari itu, pesantren sendiri adalah tempat untuk seorang murid menimba ilmu agama Islam kepada seorang guru.

Dalam bukunya, Tradisi Pesantren (2011), Zamakhsari Dhofier menduga genealogi istilah pondok pesantren. Pondok dari kata funduq yang dalam bahasa Arab berarti `asrama.’ Sedangkan Pesantren berasal dari kata dasar “santri” yang dibubuhi awalan “pe” dan akhiran “an” yang berarti tempat tinggal para santri.

Pondok Pesantren pada zaman sekarang memang berbeda dengan dulu. Hari ini banyak Pondok Pesantren yang memadukan sistem pembelajarannya dengan sistem formal. Bahkan jumlah Pondok Pesantren di Indonesia dengan model seperti itu sudah menjamur di berbagai daerah di negeri ini.

Santri adalah salah satu subjek terpenting dalam bangunan pesantren. Sebagai subjek, santri terkadang tidak menjadi suatu hal yang dipandang menyenangkan oleh sebagian orang. Mereka menilai bahwa menjadi santri di sebuah pesantren akan membuat kita tertinggal jauh dari teman-teman di sekolah formal pada umumnya.

Pesantren sendiri juga terkadang dinilai kurang menarik untuk menjadi tempat mencari ilmu. Mengingat bahwa pesantren terlalu membatasi ruang gerak santrinya dengan peraturan yang ada. Padahal jika ditelisik lagi, pesantren adalah satu-satunya tempat yang dapat menjamin seorang anak memiliki akhlakuk karimah. Karena, di dalam pesantren para santri tidak hanya belajar ilmu saja melainkan juga adab dan akhlak.

Modal utama seorang santri di pesantren adalah menimba ilmu dan menghormati guru. Dengan itu seorang santri akan dikatakan “ilmunya berkah”. Para santri di pesantren bahkan juga tak hanya behenti belajar pada bidang ilmu agama saja. Banyak pesantren-pesantren yang memberikan ruang untuk belajar di bidang ilmu lain seperti, wirausaha, budidaya, jurnalistik, komputer dan lain sebagainya.

Dengan hal itu peran santri yang dinilai negatif tadi, dapat menjadi bukti bahwa pesantren hari ini tidak tertinggal jauh dari lembaga pendidikan lainnya.

Dina El Kharina~

18 Comments

Leave a Comment

*

*