Home
Perkembangan Pesantren Di Indonesia

Perkembangan Pesantren Di Indonesia

Oleh: Humas Ulul Abshor

Abstrak

Sebagai lembaga pendidikan, pesantren telah eksis di tengah masyarakat selama enam abad (mulai abad ke 15 hingga sekarang) dan sejak awal berdirinya telah menawarkan pendidikan kepada mereka yang masih buta huruf. Pesantren tumbuh dari bawah, atas kehendak masyarakat yang terdiri dari kyai, santri dan masyarakat sekitar termasuk terkadang perangkat desa. Pada akhirnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam paling otonom yang tidak dapat diintervensi pihak-pihak luar kecuali atas izin kyai. analisis Lembaga Riset Islam (Pesantren Luhur) cukup cermat dan dapat dipegangi sebagai pedoman dalam memecahkan teka teki siapa pendiri pesantren pertama kali di Jawa. Sebagai model pendidikan yang memiliki karakter khusus dalam perspektif wacana pendidikan nasional, sistem pondok pesantren telah membangkitkan spekulasi tentang asal usulnya.

Kata kunci: Islam, Sekolah, Pesantren

Pendahuluan

Pesantren tumbuh dari bawah, atas kehendak masyarakat yang terdiri dari kyai, santri dan masyarakat sekitar termasuk— terkadang—perangkat desa. Pada akhirnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam paling otonom yang tidak dapat diintervensi pihak-pihak luar kecuali atas izin kyai. Kyailah yang mewarnai semua bentuk kegiatan pesantren sehingga menimbulkan perbedaan yang beragam sesuai dengan selera masing-masing.

Variasi bentuk pendidikan ini juga diakibatkan perbedaan kondisi sosio kultural masyarakat yang mengelilinginya. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren telah eksis di tengah masyarakat selama enam abad (mulai abad ke 15 hingga sekarang) dan sejak awal berdirinya telah menawarkan pendidikan kepada mereka yang masih buta huruf. Pesantren tumbuh dari bawah, atas kehendak masyarakat yang terdiri dari kyai, santri dan masyarakat sekitar termasuk terkadang perangkat desa. Pada akhirnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam paling otonom yang tidak dapat diintervensi pihak-pihak luar kecuali atas izin kyai.

Analisis Lembaga Riset Islam (Pesantren Luhur) cukup cermat dan dapat dipegangi sebagai pedoman dalam memecahkan teka teki siapa pendiri pesantren pertama kali di Jawa. Sebagai model pendidikan yang memiliki karakter khusus dalam perspektif wacana pendidikan nasional, sistem pondok pesantren telah membangkitkan spekulasi tentang asal usulnya.

Pembahasan

            Sebagai lembaga pendidikan, pesantren telah eksis di tengah masyarakat selama enam abad (mulai abad ke 15 hingga sekarang) dan sejak awal berdirinya telah menawarkan pendidikan kepada mereka yang masih buta huruf.  Pesantren pernah menjadi satusatunya institusi pendidikan milik masyarakat pribumi yang memberikan kontribusi sangat besar dalam membentuk masyarakat melek huruf (literacy) dan melek budaya (cultural literacy). Dalam hubungan ini, Jalaluddin mencatat bahwa paling tidak, pesantren  telah memberikan dua macam kontribusi  bagi sistem pendidikan di Indonesia, yaitu: pertama, melestarikan  dan melanjutkan sistem pendidikan rakyat, kedua, mengubah sistem pendidikan aristokratis menjadi sistem  pendidikan demokratis.

            Sebagai institusi pendidikan Islam di Indonesia yang paling tua, pesantren memiliki akar transmisi sejarah yang jelas. Sebagai model pendidikan yang memiliki karakter khusus dalam perspektif wacana pendidikan nasional, sistem pondok pesantren telah membangkitkan spekulasi tentang asal usulnya. Dalam hal ini, paling tidak terdapat tujuh teori tentang hal tersebut. Pertama, pesantren merupakan bentuk tiruan atau adaptasi terhadap pendidikan Hindu dan Budha sebelum Islam datang ke Indonesia.Teori kedua, mengklaim bahwa pesantren berasal dari India,28 teori ketiga, menyatakan bahwa model pesantren ditemukan di Baghdad. Teori keempat melaporkan bahwa pesantren bersumber dari perpaduan Hindu-Budha (Pra Muslim di Indonesia) dan India. Teori kelima, mengingkapkan berasal dari kebudayaan Hindu-Budha dan Arab.Teori keenam menegaskan berasal dari India dan orang Islam Indonesia, dan teori ketujuh menilai dari India, Timur Tengah dan tradisi lokal yang lebih tua.

Pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya (Ki Hajar Dewantara). Syekh Muhammad Syaltut yang dikutip dari Endang Saepudin Anshari dalam bukunya wawasan Islam (1986:22) menyebutkan bahwa:”Islam itu adalah agama Allah yang diperintahkannya untuk mengajarkan tentang pokok-pokok serta peraturan-peraturannya kepada Nabi Muhammad dan menugaskannya untuk menyampaikan agama tersebut kepada seluruh manusia dan mengajak untuk memeluknya.” Dalam hadist “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

jadi disini betapa wajibnya seoarang dalam menuntut ilmu, namunilmu tidak akan sempurna jika seseorang tidak berahlak, karena karakter yang berbudi pekerti luhur itu sangat penting dari pada hanya ilmu yang tinggi

 أكملُ المؤمنين إيمانًا أحسنُهم خُلقًا

“Kaum Mu’minin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi no. 1162, ia berkata: “hasan shahih”). Maka dari itu islam yang di wadahi oleh pesantren itu sangatlah bagus dalam pembentukan karakter atau budi pekerti luhur dalam mencetak manusia.

Simpulamn

Variasi bentuk pendidikan ini juga diakibatkan perbedaan kondisi sosio kultural masyarakat yang mengelilinginya. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren telah eksis di tengah masyarakat selama enam abad (mulai abad ke 15 hingga sekarang) dan sejak awal berdirinya telah menawarkan pendidikan kepada mereka yang masih buta huruf. Pesantren tumbuh dari bawah, atas kehendak masyarakat yang terdiri dari kyai, santri dan masyarakat sekitar termasuk terkadang perangkat desa. Pada akhirnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam paling otonom yang tidak dapat diintervensi pihak-pihak luar kecuali atas izin kyai.

Daftar Pustaka

Hasan. Ahmad. 2015. Perkembangan Pendidikan Pesantren Di Indonesia. Tadris Volume 10 Nomor 1. Stain Pamekasan.

Asfariawan. Hasan. 2020. Model Pendidikan Pencak Silat Sebagai Landasan Karakter Siswa Dalam Dunia Pendidikan Islam. Semarang.

Leave a Comment

*

*