Home
PERAN STRATEGIS ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK

PERAN STRATEGIS ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK

Orang tua sebagai pilar utama pembentuk sebuah keluarga memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap proses pendidikan anak. Minimal ada tiga peran besar yang dapat dijalankan orang tua.

 Islam merupakan sistem hidup yang utuh, menyeluruh, dan paripurna. Salah satu kehebatan Islam dibanding sistem hidup lain adalah keilmiahannya dalam meletakkan skala prioritas hidup. Islam diturunkan dalam rangka menata kehi-dupan ini dengan sistematika yang sangat indah.

Pendidikan sebagai bagian dari kehidupan manusia diletakkan pada posisi yang sangat strategis oleh Islam. Hal ini dapat dibuktikan dengan dijadikannya Surat Al Alaq : 1 – 5 yang sarat dengan nilai pendidikan sebagai ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT.

Berbicara tentang dunia pendidikan anak dalam dataran praktis, kita mengenal adanya tripilar penanggung jawab pendidikan ummat yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Pilar yang paling utama diantara ketiganya terletak di pundak keluarga.

Keluarga sebagai elemen masyarakat yang paling kecil memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan keluargalah kawah candradimuka dan pusat produksi umat yang memperoleh legalitas paling kuat dari Allah SWT sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka.”

(QS. At Tahrim : 6).

Dari sinilah indikator kebaikan umat mudah terukur.

Orang tua sebagai pilar utama pembentuk sebuah keluarga memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap pendidikan anaknya. Rosulullah SAW dalam sebuah hadits-nya telah menjelaskan kepada kita :

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka bapaknyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani dan Majusi”

(HR. Bukhori)

Minimal ada tiga peran besar yang dapat kita jalankan sebagai orang tua dalam pendidikan anak yaitu:

1. Menciptakan / menyediakan keluarga yang Islami

Anak merupakan amanat dari Allah SWT bagi kedua orang tuanya. Ia memiliki jiwa yang suci dan cemerlang. Bila sejak kecil dibiasakan baik, dididik dan dilatih dengan kon-tinu, maka ia akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik, begitu pula sebaliknya. Secara umum hal-hal yang dapat kita lakukan untuk anak-anak kita antara lain mendo’a-kan dengan do’a yang baik (QS. Al Furqaan : 74), menyerukan Sholat pada anak (QS. Thaahaa : 132), mencipta-kan kedamaian dalam rumah tangga (QS. An Nisaa’ : 128), mencintai dan menyayangi anak-anak (QS. Ali ‘Imran : 140), bersikap hati-hati terhadap anak-anak (QS. At Taghaabun : 14), memberikan nafkah yang halal (QS. Al Baqarah : 233), mendidik anak agar berbakti kepada Ibu – Bapak (QS. An Nisaa’ : 36, Al An’aam : 151, Al Israa’ : 23), memberikan air susu sampai dua tahun (QS. Al Baqarah : 233)

2. Mengamanahkan pendidikan pada lembaga pendidik-an yang Islami

Memilih lembaga pendidikan saat ini bukanlah per-soalan mudah dan sederhana. Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan ketika akan memasukkan anak-anak kita ke lembaga pendidikan tertentu yaitu:

  1. Kurikulum yang diterapkan haruslah merupakan kuriku-lum yang berbasis tauhid dengan menjadikan aspek ketu-hanan sebagai sentral bagi seluruh bahan ajar yang diberi-kan.
  2. Sumber daya manusia yang terlibat dalam lembaga ter-sebut adalah mereka yang memiliki dedikasi dan komit-men yang tinggi untuk mendidik siswanya sesuai dengan nilai-nilai Islam.
  3. Sarana prasarana dan sistem pendukung yang mampu men-ciptakan situasi yang kondusif bagi siswa.

Kondisi dunia pendidikan saat ini, khususnya pendidik-an Islam masih sangat jauh dari kondisi ideal, oleh karena itu kita hanya bisa bertahan pada dua kaidah:

*   Bila kita menghadapi pilihan yang semuanya mudhorot maka pilih yang mudhorotnya paling kecil.

*   Apabila tidak bisa memperoleh kebaikan yang banyak bukan berarti kebaikan yang sedikit ditinggalkan.

Selanjutnya hal yang harus kita lakukan untuk memilih lembaga pendidikan yang baik adalah menjalankan kaidah: “bertanyalah pada ahlinya jika kamu tidak mengetahui.”

3. Menciptakan / mencarikan masyarakat yang Islami

Masyarakat merupakan bagian dari kehidupan anak kita. Segala aturan dan nilai yang berlaku dalam masyarakat akan mempengaruhi pola tingkah laku anak. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mencarikan masya-rakat yang kondusif bagi proses pendidikan anaknya. Salah satu ciri masyarakat yang baik bilamana mampu menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana firman Allah SWT :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar…”

(QS. Ali Imran : 104)

 

Artikel ditulis oleh Ustadz Drs. Kastori

4 Comments

Leave a Comment

*

*