Home
PENTINGNYA AHLAK DALAM PENDIDIKAN

PENTINGNYA AHLAK DALAM PENDIDIKAN

Oleh: Hasan Asfariawan

Abstrak

Dalam perspektif Islam, akhlak atau moral memiliki kedudukan yang tinggi. Demikian tingginya kedudukan akhlak dalam Islam yang dicerminkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Orang yang memiliki ahlak yang baik pasti memiliki pemikiran atau intelektual yang tinggi apalagi dalam bidang agama. Pendidikan adalah sarana untuk mempoles intelektual seseorang yang dimana terus diterapkan dalam pesantren maupun sekolahan formal, namun dengan demikian ahlak juga jauh lebih tinggi dalam hal tersebut agar keduanya mampu berjalan seimbang.Pesantren selalu menerapkan ahlak yang tinggi dibandingkan kecerdasan intelektual siswa, walau intelektual siswa juga diperlukan, bukan hanya itu saja, Pendidikan formal pun juga menerapkan hal tersebut seperti yang tertuliskan dalam Kompetensi Inti yang pertama dalam penerapan kepercayaan beragama, sedangkan islam sangat memulyakan seseorang yang berahklak.

Pembahasan

Dalam pandangan islam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikannya sebagai barometer keimanan seseorang itu dari ahlaknya. Beliau bersabda: 

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”  (HR. Abû Dâwûd dan Tirmidzî). 

Dalam Islam, akhlak sangat terkait dengan keimanan dan tidak terpisah darinya. Keterkaitan antara iman dengan akhlak juga terlihat jelas pada pengarahan-pengarahan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang akhlak. Beliau sering sekali mengaitkan keimanan kepada Allah dan hari akhir dengan akhlak. Ketika seseorang memiliki orientasi dan cita-cita yang tinggi yaitu ridha Allah, maka dengan sendirinya ia akan menganggap rendah apa saja yang bertentangan dengan cita-cita tersebut yaitu seluruh perbuatan atau sifat yang dibenci oleh Allah.

Maka dari itu sekolah dan pesantren adalah sarana yang paling kompleks dalam mengolah ahklak dan intelektual seseorang, banyak contoh yang sudah ada dalam cerita para kiayi atau masayekh, yang dimana seorang panutan semua murid atau santri agar mempunyai ahklak dan intelektual yang tinggi adalah cerminan dari guru yang istimewa dan ahlak yang mulia.

              Akhlak Islami memiliki beberapa keistimewaan dan ciri-ciri khusus (karakteristik) yang membedakannya dari sistem akhlak lainnya. Di antara karakteristik akhlak Islami tersebut adalah: (a) Rabbaniyah atau dinisbatkan kepada Rabb (Tuhan), (b) Insaniyah (bersifat manusiawi), (c) Syumuliyah (universal dan mencakup semua kehidupan), dan (d) Wasathiyah (sikap pertengahan).

Suatu hal yang ditekankan dalam Islam adalah pendidikan akhlak wajib dimulai sejak usia dini karena masa kanak-kanak adalah masa yang paling kondusif untuk menanamkan kebiasaan yang baik agar besar nanti sudah terbiasa dengan adab yang baik dan perilaku yang sopan.

Simpulan

Akhlak Islami memiliki beberapa keistimewaan dan ciri-ciri khusus (karakteristik) yang membedakannya dari sistem akhlak lainnya. Di antara karakteristik akhlak Islami tersebut adalah: (a) Rabbaniyah atau dinisbatkan kepada Rabb (Tuhan), (b) Insaniyah (bersifat manusiawi), (c) Syumuliyah (universal dan mencakup semua kehidupan), dan (d) Wasathiyah (sikap pertengahan). Maka dari itu sekolah dan pesantren adalah sarana yang paling kompleks dalam mengolah ahklak dan intelektual seseorang, banyak contoh yang sudah ada dalam cerita para kiayi atau masayekh, yang dimana seorang panutan semua murid atau santri agar mempunyai ahklak dan intelektual yang tinggi adalah cerminan dari guru yang istimewa dan ahlak yang mulia.

Daftar Pustaka

https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/view/178

2 Comments

Tinggalkan Balasan ke alymachbub@gmail.com Batalkan balasan

*

*