Home
Pendidikan Karakter melalui Pemeliharaan Hewan

Pendidikan Karakter melalui Pemeliharaan Hewan

Oleh: Ustadzah Kus Wijayanti

Pendidikan di era pandemi membutuhkan kreatifitas lebih, baik bagi guru maupun orang tua. Kegiatan Belajar yang biasanya dilakukan di sekolah, harus dilaksanakan di rumah, kecuali bagi mereka yang sekolah di pesantren yang diberikan wewenang untuk menyelenggarakan KBM tatap muka bagi para santrinya. Model pembelajaran daring pun menjadi pilihan utama dengan berbagai model. Baik melalui grup whatsap, zoom, GM, goodle classroom dan lain-lain. Menjadi tantangan bagi guru maupun orang tua untuk memfasilitasi anak didik agar tidak merasa bosan dan lebih tertantang untuk belajar.

Pendidikan harus terus berlangsung entah bagaimana caranya. Kita tentu tidak ingin kehilangan generasi  islam penyambung estafet ummat. Bukan sekedar terselenggaranya proses pembelajaran, namun pembelajaran harus memberikan makna bagi anak didik. Pendidikan karakter juga harus tetap menjadi bidikan dalam proses pendidikan. Tidak hanya mengembangkan kognitif saja, namun sisi lainpun diupayakan untuk tetap tergarap.

Pendidikan karakter bisa dilakukan dengan melibatkan anak saat belajar di rumah dengan aktivitas membantu orang tua, membuat hasta karya, proyek dan lain sebagainya. Bahkan dengan memelihara binatang piaraan pun bisa menjadi sarana untuk menanamkan pendidikan karakter. Kita lihat sejenak bagaimana para pendahulu menanamkan pendidikan karakter melalui memelihara binatang. Ma shaa Alloh… islam sangat semprna dan paripurna serta kaya dengan contoh dan teladan. Mari kita simak.

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali dia memelihara kambing.” Para sahabat bertanya “Dan engkau?” Rasulullah SAW menjawab “Benar, aku pernah memeliharanya dengan upah beberapa qirath bagi penduduk Makkah.” (HR Bukhori)

Pendidikan yang tepat akan membuahkan hasil yang baik terhadap kepribadian anak. Pendidikan yang islami dicontohkan oleh para Nabi, yang dibimbing langsung oleh Wahyu adalah menggembala, sebab menggembala tidak hanya berbicara mengenai kesabaran tapi juga seni dalam mengatur makhluk hidup, Jika hal ini dilakukan secara terus menerus maka akan menjadikan diri tertempa dengan baik dan menajadi kepribadian unggul yaitu sebagai seorang pemimpin atau khalifah yang memiliki kesabaran yang tinggi

Di Kota yang semakin sempit lahan untuk menggambala merupakan kesulitan tersendiri sebagai orang tua untuk menerapkan sistem gemabala ini, sehingga diperlukan alternatif yang lain yang tidak memerlukan lahan luas. Memelihara hewan peliharaan bisa dijadikan pengganti penggembalaan kambing walaupun hasil yang didapat tidak sekuat penggembalaan kambing atau hewan lain, tetapi paling tidak bisa mewarnai dan mengukir karakter kedisiplinan, kepemimpinan dan kesabaran diri.

Hewan yang dijadikan peliharaanpun mempunyai banyak jenis dari ikan, kucing, ayam, kelinci, hamster atau hewan peliharaan lain yang tentunya tidak berbahaya buat kesehatan anak dan keluarga. Kesenangan anak dalam memelihara hewan akan menjadikan dia anak yang menyayangi makhluk hidup, melatih kedislinan mereka dalam memberi makan, melatih kepemimpinan mereka dalam berbuat adil satu hewan dengan hewan yang lain dan juga melatih kesabarannya jika hewan itu sakit atau kesabaran saat memeliharanya karena mungkin tidak menurut apa yang menjadi perintahnya terhadap hewan tersebut. Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa diambil manfaatnya dalam anak memelihara binatang ini.

Berdasar Pemikiran tersebut maka kita sebagi orang tua bisa memfasilitasi anak dalam memelihara Hewan peliharaan dan memberikan langkah atau tips tips memelihara sehingga anak juga merasa orang tuanya memberikan dorongan terhadap hobinya. Sebagai guru, “Menggembala” atau memelihara binatang peliharaan bisa menjadi program dari sekolah. Guru bisa memberikan tugas kepada anak didik untuk memelihara binatang pelihaan sesuai yang mereka sukai. Tentu saja harus ada komunikasi dan kerjasama yang baik dengan orang tua sehingga program ini dapat berjalan dengan baik. Atau mungkin sebagai pengelola pesantren juga bisa memilih program memelihara binatang peliharaan atau lebih tepat dengan binatang ternak. Seperti budidaya ikan atau yang lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Semoga bisa bermanfaat dan menjadikan alternatif pilihan dalam mendidik karakter anak.

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan ke Aris Y Batalkan balasan

*

*