Home
Pemuda Kunci Suatu Bangsa

Pemuda Kunci Suatu Bangsa

“Berikan aku 10 pemuda, maka akan aku hentakan dunia ini”. Ungkapan dari presiden Indonesia yang pertama yakni Ir. Soekarno. Ungkapan tersebut memberikan makna betapa luar biasanya peran pemuda untuk bangsa dan negara ini, karena pemuda merupakan aset bangsa sebagai penerus generasi selanjutnya. 

Begitupun dengan ungkapan dari Syeikh Musthofa Al – Gholayaini “Sesungguhnya di tangan para pemudalah urusan ummat, dan pada kaki – kaki merekalah terdapat kehidupan ummat.

Pemuda merupakan kunci kemajuan suatu bangsa dan negara. Maju mundurnya suatu negara berada di tangan pemuda, sebagaimana ungkapan Syeikh Khudhairi Beik, beliau menyebutkan bahwa keberhasilan sebuah negara, lihatlah bagaimana pemuda saat ini. Apabila pemuda baik, maka baiklah negara tersebut, begitu juga sebaliknya.

Sebuah peradaban bangsa merupakan hal yang paling penting dalam tatanan kehidupan manusia. Disinilah peran pemuda sebagai generasi penerus sangat dibutuhkan. Kecerdasan intelektual, usia yang muda, mobilitas tinggi, serta semangat yang membara merupakan sebagian contoh kekuatan besar yang dimiliki generasi muda sebagai aset penting peradaban suatu bangsa.

Dilihat dari konsep kenegaraan, pemuda diibaratkan sebagai sebuah pilar dan negara ibarat bangunan. Sebuah bangunan dengan pilar yang berasal dari bahan yang bermutu dan berkualitas tinggi akan tetap kokoh dan mampu bertahan walaupun badai, petir, bahkan bencana sekalipun yang menghantam. Begitu juga dengan para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Dengan modal ilmu dan akhlaqul karimah yang mereka miliki menjadi hal yang paling penting untuk menjadikan negaranya maju dan tetap kokoh dari berbagai ancaman dan pengaruh pihak luar.

Dalam sudut pandang Islam, peran pemuda sangat penting dalam mempertahankan eksistensi kejayaan agama islam. Di tangan pemudalah tongkat estafet Islam akan terus diperjuangkan dan ditegakkan. Pemuda memiliki potensi besar dalam mengemban amanah tersebut.

Kita bisa melihat kembali sejarah abad terdahulu generasi muda islam yang sangat luar biasa, supaya bisa menjadi teladan yang baik khusunya untuk para pemuda penerus bangsa. Catatan – catatan sejarah, dimana Islam selalu mampu melahirkan generasi – generasi hebat dambaan ummat. Di usia yang belia telah mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah, mengharumkan nama Islam, dan membuat Islam memenangkan peradaban.

Sultan Muhammad Al – Fatih yang menaklukkan kota konstantinopel di usia 21 tahun. Usamah bin Zaid menjadi panglima perang di usia 18 tahun. Zaid bin Tsabit ikut berperang di jalan Allah di usia 13 tahun. Sa’ad bin Abi Waqqash yang pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah di usia 17 tahun. Arqam bin Abil Arqam menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasulullah di usia 16 tahun. Zubair bin Awwam yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah di usia 15 tahun. Dan masih banyak lagi contoh – contoh pemuda Islam militan terdahulu yang gaungnya masih terdengar sampai saat ini.

Bisakah pemuda di zaman sekarang mengulang prestasi mereka?

Tentunya sangat mungkin untuk pemuda di zaman sekarang bisa menorehkan tinta emas dalam sejarah dengan cara berkomitmen dan berusaha, serta bersungguh-sungguh untuk meneladani mereka para generasi sebelumnya sebagai pemuda yang telah mengharumkan nama Islam di zamannya. Apabila hal demikian bisa dicapai dan dilakukan akan memberikan dampak yang sangat luar biasa untuk negeri kita tercinta yakni Indonesia dan juga mengembalikan kejayaan Islam sebagaimana sediakala.

-Faridatul Khoiriah, Ulul Abshor 2022

13 Comments

Leave a Comment

*

*