Home
Nasihat Adalah Sedekah

Nasihat Adalah Sedekah

Peran dan faedah nasihat yang sangat penting bagi diri seorang umat tentunya tidak dapat dipungkiri lagi. Nasihat bisa membuatnya terjaga dari khilaf atau terhindar dari jebakan dosa. Selain itu, nasihat ternyata juga merupakan sarana yang sangat penting untuk memperbaiki keadaan masyarakat. Allah SWT berfirman:

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali Imran [03]: 110)

Melalui nasihat, Allah menyuruh umatnya melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Bagaimana caranya?? Tentu saja dengan saling menasihati di jalan Allah sesuai kemampuan masing-masing.

Para pembaca yang dirahmati Allah, untuk menjadi seorang Muslim sejati maka sudah seharusnya engkau rajin memberi nasihat. Tunjukkan kepedulian kita terhadap sesama melalui kalimat-kalimat yang penuh makna yang keluar dari lisanmu maupun kau ketik dengan jempolmu itu. Ketahuilah, nasihat ibarat sedekah.

Selama ini engkau mungkin berfikir sedekah adalah memberi sesuatu hanya dalam bentuk materi, misalnya uang, pakaian, atau bahan makanan. Arti kata “sedekah” tidak sesempit itu, Saudaraku. Sedekah berarti amal, derma, infak, pemberian atau sumbangan untuk seseorang yang membutuhkan.

Jika engkau memutuskan untuk menyedekahkan beberapa karung beras pada sekelompok orang, hal itu berarti engkau telah menganggap orang-orang itu kekurangan makanan sehingga butuh beras sebagai bahan makanan. Begitu pun jika engkau memberikan selembar selimut kepada seorang pengemis di pinggir jalan, misalnya, hal itu engkau lakukan karena menganggap si pengemis itu butuh selimut karena kedinginan. Hal yang sama juga terjadi saat engkau tergerak untuk memberikan nasihat pada seseorang. Di matamu, orang tersebut mungkin sedang terlibat kesusahan dan tersesat di jalan yang salah, dan hatimulah yang kemudian menggerakkan lisanmu untuk memberi bantuan dalam bentuk nasihat. Di sinilah, nasihatmu bernilai sama dengan beras bagi mereka yang kelaparan, dan selimut bagi mereka yang kedinginan.
Sesingkat atau sesederhana apapun suatu nasihat tetap akan berguna jika disampaikan dengan sungguh-sungguh. Karena sesuatu yang kita ucapkan dari hati, maka akan diterima dengan hati juga. Lalu, bagaimana agar nasihat yang engkau berikan bisa berguna bagi orang yang mendengarnya??

1. Yakin bahwa nasihat yang kita berikan adalah nasihat yang baik, benar dan berdasarkan kenyataan. Maka terlebih dahulu lakukan introspeksi pada dirimu sendiri. Perbaiki sikap dan perbuatanmu sebelum mulai menasihati orang lain.

2. Luruskan niat saat memberi nasihat. Jangan berharap mendapat kehormatan atau imbalan atas kata-kata yang keluar dari lisanmu itu.

3. Hendaknya memberi nasihat dengan suara pelan tanpa harus didengar orang lain, selain yang dinasihati. Sebenarnya, membesar-besarkan suara saat sedang menasehati seseorang sama saja dengan membuka kekurangan atau kelemanannya, selain itu juga terkesan ingin memamerkan diri pada orang-orang yang ada di sekitarmu saat itu.
Ada sebuah kalimat bijak yang menyebutkan:

“mukmin itu akan memberi nasihat dan menutupi aib kekurangan saudaranya, sedangkan munafik akan menyingkap dan mencemooh kejelekan saudaranya”

4. Berikan nasihatmu dengan bahasa yang santun dan dengan tulus.
“maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut. Mudah-mudahan ia ingat atau takut” (QS. Thaha [20]:44)

Wallahu a’lam…

20 Comments

Leave a Comment

*

*