Home
MODEL PENDIDIKAN PENCAK SILAT SEBAGAI LANDASAN KARAKTER SISWA DALAM DUNIA PENDIDIKAN ISLAM

MODEL PENDIDIKAN PENCAK SILAT SEBAGAI LANDASAN KARAKTER SISWA DALAM DUNIA PENDIDIKAN ISLAM

Oleh: Hasan Asfariawan

Abstract
           

Indonesia, character education is actually an essential part of school work. Apart from satisfying academic achievements, the school should still be responsible for shaping the character of students. However, in reality these two things cannot run in harmony, because academic achievement trumps the ideals of the role of schools in character building. Therefore, character education will be able to be in harmony with the existence of education or extras for the formation of noble character in the application of Pencak silat education, Islamic education is also highly recommended in educating the character of students which in the Hadith and Al Quran are also very important for a student to have morals. noble or noble character.

Pencak silat is the original culture of Indonesia, apart from being able to form a good physical appearance and also being able to preserve the culture, Pencak silat is also able to shape the character of students in being responsible for themselves, Pencak silat is also able to form humans who have good character or noble character in formal education or non-formal, between students and teachers or students with the students themselves. Therefore, pencak silat has a very high aesthetic value in shaping the character of students and in religion it is also able to teach to be a knight spirit in protecting yourself and others.

Islamic education here is able to complement the character building of students, where many are taught in the Al Quran, Hadith, and salaf books as taught in all Islamic boarding schools in Indonesia, such as the book Ahlakul Banin / banat, Sulamuntaufiq and so on. Because Pesntren is the largest container in Islamic education, there is no doubt in Islamic education in shaping student character, therefore the three components which include Pencak silat education, formal or school education, and Islamic education or Pesantren are the perfect components in shaping character traits. noble or Ahlakulkarimah students. The three components complement each other and are needed to educate human beings with noble character in achieving great education.

Abstrak

Di Indonesia, Pendidikan karakter sebenarnya merupakan bagian esensial yang menjadi tugas sekolah. Selain pencapaian dari sisi akademis yang memuaskan, seharusnya sekolah tetap bertanggung jawab dalam pembentukan karakter siswa. Namun dalam kenyataannya dua hal ini belum bisa berjalan secara selaras, karena pencapaian akademis mengalahkan idealitas peran sekolah dalam pembentukan karakter. Maka dari itu Pendidikan karakter akan mampu selaras dengan adanya edukasi atau ekstra untuk pembentukan karakter budi pekerti luhur dalam penerapan Pendidikan pencak silat, Pendidikan islam pun juga sangat dianjurkan dalam mendidik karakter siswa yang dimana dalam Hadist dan Al Quran juga sangat penting seorang siswa itu memiliki ahlak yang mulia atau budi pekerti luhur.

Pencak silat adalah budaya asli dari Indonesia, selain mampu membentuk fisik yang bagus dan juga mampu melestarikan budaya, pencak silat juga mampu membentuk karakter siswa dalam bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, pencak silat juga mampu membentuk manusia yang berahlakul karimah atau berbudi pekerti luhur dalam Pendidikan formal ataupun non formal, antara siswa dengan guru atau siswa dengan siswa itu sendir. Maka dari itu pencak silat memiliki nilai estetik yang sangat tinggi dalam membentuk karakter siswa dan juga dalam agama juga mampu mengajarkan menjadi jiwa kesatria dalam melindungi diri sendiri maupun orang lain.

Pendidikan islam disini mampu menjadi penyempurna dalam pembentukan karakter siswa, dimana banyak diajarkan dalam kitab Al Quran, Hadist, maupun kitab-kitab salaf seperti yang diajarkan di semua pesantren di Indonesia seperti kitab Ahlakul Banin/banat, sulamuntaufiq dst. Karena pesntren adalah wadah terbesar dalam Pendidikan islam,tidak diragukan lagi dalam Pendidikan islam dalam pembentukan karakter siswa, maka dari itu tiga komponen yang meliputi Pendidikan pencak silat, Pendidikan formal atau sekolah, dan Pendidikan islam atau pesantren adalah komponen yang sempurna dalam pembentukan karaktir budi pekerti luhur atau ahlakulkarimah siswa. Tiga komponen tersebut saling melengkapi dan saling dibutuhkan untuk mendidik manusia berbudi pekerti luhur dalam pencapaian Pendidikan yang hebat.

Kata kunci: Sekolah, Islam, Pesantren

Pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya (Ki Hajar Dewantara). Syekh Muhammad Syaltut yang dikutip dari Endang Saepudin Anshari dalam bukunya wawasan Islam (1986:22) menyebutkan bahwa:”Islam itu adalah agama Allah yang diperintahkannya untuk mengajarkan tentang pokok-pokok serta peraturan-peraturannya kepada Nabi Muhammad dan menugaskannya untuk menyampaikan agama tersebut kepada seluruh manusia dan mengajak untuk memeluknya.” Dalam hadist “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

jadi disini betapa wajibnya seoarang dalam menuntut ilmu, namunilmu tidak akan sempurna jika seseorang tidak berahlak, karena karakter yang berbudi pekerti luhur itu sangat penting dari pada hanya ilmu yang tinggi

 أكملُ المؤمنين إيمانًا أحسنُهم خُلقًا

“Kaum Mu’minin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi no. 1162, ia berkata: “hasan shahih”). Maka dari itu islam yang di wadahi oleh pesantren itu sangatlah bagus dalam pembentukan karakter atau budi pekerti luhur dalam mencetak manusia.

            Sekolah adalah wadah besar dalam mengenyam dunia Pendidikan, maka dari itu sekolah adalah tempat yang cocok dalam membekali anak untuk mengenal pengetahuan dunia, walaupun di dalam Al Quran pun sudah tertulisan, namun seorang yang awam sebelum memahami Al Quran dan Hadist harus mempunyai bekal yang kuat untuk memahami semuanya, berawal dari Pendidikan formal yang berada di sekolah maupun Pendidikan non formal yang berada dalan pesantren. Komponen terakhir dalam mendidik karakter dan juga membentuk jiwa kesatria yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri maunpun dengan orang lain yaitu pencak silat, selain pencak silat adalah warisan budaya juga pencak silat adalah alternativ yang bagus untuk membentuk karakter siswa.

            Perkembangan pendidikan Islam di Indonesia antara lain ditandai oleh munculnya berbagai lembaga pendidikan secara bertahap, mulai dari yang amat sederhana, sampai dengan tahap-tahap yang sudah terhitung modern dan lengkap. Lembaga pendidikan Islam memainkan fungsi dan perannya sesuai dengan tuntutan zamannya. Perkembangan pendidikan Islam ditandai dengan kemunculan pesantren dan madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam. Kehadian pesantren tidak dapat dipisahkan dari tuntutan umat. Oleh karena itu, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitarnya sehingga keberadaannya di tengah-tengah masyarakat tidak menjadi terasing. Karena sebuah pesantren adalah system yang bagus dalam membentuk karakter siswa dengan ajaran islam yang sangat akurat.

            Komponen antara Pendidikan formal yaitu sekolah, non formal yaitu pesantren dan tatanan islam sangatlah sempurna, tidak hanya mengajarkan tentang keduniaan saja namun juga berkaitan dengan akhirat, dan juga dengan tambahan Pendidikan karakter dalam sebuah Pendidikan pencak silat. Komponen tersebut adalah pembentuk kesempurnaan ahlak dan ilmu untuk membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur dalam karakter siswa atau dalam islam adalah manusia yang berahlakul karimah.

Daftar Pustaka

https://www.kompasiana.com/dimas70611/5f06ccabd541df56931538f2/sejarah-pendidikan-pesantren-dan-madrasah-di indonesia#:~:text=Pesantren%20merupakan%20lembaga%20pendidikan%20Islam,di%20Jawa%20selama%20berabad%2Dabad.&text=Berdasarkan%20laporan%20pemerintah%20kolonial%20Belanda,santri%20tidak%20kurang%2016.500%20orang.

Leave a Comment

*

*