Home
METODE MENDIDIK ANAK DALAM PANDANGAN ISLAM

METODE MENDIDIK ANAK DALAM PANDANGAN ISLAM

Anak adalah amanah yang terindah diberikan oleh Allah mahakarya dari Allah yang maha sempurna. Seorang wanita akan mendapat gelar baru sebagai ‘ibu‛ ketika dia sudah memiliki anak, seorang laki-laki lebih bersemangat bekerja saat dia menjadi seorang ‘ayah’, dia bekerja tanpa henti sebah masih harus mencapai sesuatu yang harus mereka capai. Tetapi terdapat sebagaian orangtua menganggap anak adalah beban, mereka harus membiayai sekolah, membesarkan mereka, dan banyak lagi. Tetapi yang harus kita yakinin Allah telah menitipkan kepada kita pastilah dia akan memberikan rezeki bagi orangtuanya, oleh karena itu, dalam Alquran, kata anak (aulad) seringkali disandingkan dengan kata harta (amwal). Sehingga anak diturunkan untuk menyenangkan manusia.

Namun, sebagaimana harta, anak yang semula diturunkan menjadi rezeki, bisa menjadi bencana yang akan mencelakakan manusia, tak sedikit anak yang lahir cantik, lucu, rupawan, dan menggemaskan, setelah beranjak dewasa, ternyata mereka menjadi beban orangtua dan menjadi masalah untuk lingkungannya.

Melihat permasalahan yang dihadapi anak-anak zaman sekarang sangat dibutuhkan orangtua yang harus banyak belajar, mengetahui metode dalam mendidik anak. Oleh karena itu diperlukan kehatian hatian dalam menentukan metode. Sebab jika salah memilih suatu metoe, tujuan pendidikan tidak akan tercapai bahkan akan membawa madharat terhadap anak. H.Amirullah seorang instruktur seminar pendidikan islam mengemukakan , metode yang bisa digunakan untuk mendidik anak hebat antara lain: metode keteladanan, perhatian dan kasih sayang, nasihat, pembiasaan, cerita/kisah, penghargaan dan hukuman, curhat, dan bermain.

1. Pengertian Mendidik Anak

Mendidik dan membimbing anak merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim karena anak merupakan amanat yang harus dipertanggung jawabkan oleh orangtua. Peryataan tersebut berangkat dari hadists Rasulullah Saw:

‛Sesungguhnya setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah suci), orangtuanyalah yang akan menjadikan anak tersebut yahudi, Nasrani, ataupun Majusi‛

Hadits di atas memiliki makna bahwa kesuksesan atau bahkan masa depan anak adalah tergantung bagaimana orangtua mendidik dan mengasuhnya. Dari hadits diatas bisa disimpuklan bahwasanya setiap anak memiliki potensi, orangtualah dengan bijak mengoptimalkan potensi yang telah diberikan Allah Swt. Hal ini juga dipertegas dalam firman Allah dalam At-Tahrim:6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ ٦

‛Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkannya kepa mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan‛

Ayat di atas mempunyai makna bagaimana tanggung jawab orangtua untuk mendidik anaknya agar terhindar dari siksaan api neraka, dengan cara mengarahkan, mendidik dan mengajarkan anak-anaknya. Orangtua harus mampu menerapkan pendidikan yang bisa mempunyai prinsip untuk menjalankan hidupnya dengan positif, menjalankan ajaran islam dengan benar. Hal ini bertujuan menciptakan anak anak yang memiliki akhlaul kharimah, dan menunjukkan kepada mereka hal hal yang bermanfaat. Konsep mendidik anak dalam islam sudah terhitung sejak anak dalam kandungan. Orangtua harus memulai mengasuh perkembangan anak dengan makan yang baik halal, menciptakan lingkungan fisik dan suasana batin dalam rumah tangga yang nyaman. Menurut Jamal Abdurrahman dalam majalah Karimah, beliau juga menambahkan bahwa mendidik anak dengan bersungguh sungguh dengan bertujuan surga, sedangkan menyepelekannya berarti neraka.

2. Metode Mendidik Anak

Pada umumnya, orangtua lebih banyak mengenal dan memperdalam tentang konsep mendidik anak dalam versi Barat, sehingga mereka menganggap konsep barat-lah yang lebih baik dan lebih utama. Padahal, Islam sendiri telah mengedepankan pengembangan potensi-potensi anak melalui cara-cara yang digunakan dalam proses pendidikan. Dalam proses mendidik anak dalam pandangan Islam, metode mempunyai peranan yang penting yang berfungsi mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Berdasarkan hal ini orangtua sebagai orang pertama yang memberikan.

pendidikan kepada anaknya harus memiliki sikap kehati-hatian dalam menentukan metode, sebab jika salah dalam mengambil suatu metode, tujuan pendidikan tidak akan tercapai bahkan akan membawa madharat terhadap anak.

3. Mendidik Melalui Keteladanan

Konsep keteladanan dalam sebuah pendidikan sangatlah penting dan bisa berpengaruh terhadap proses pendidikan, khususnya dalam membentuk aspek moralitas, spritual, dan etos sosial anak. Pentingnya keteladanan dalam mendidik anak menjadi pesan kuat dari Alquran. Sebab keteladan adalah sarana penting dalam pembentukkan karakter seseorang. Satu kali perbuatan yang dicontohkan lebih baik dari seribu kata yang diucapkan. Ditambahlagi anak anak akan mudah meniru apa pun yang dilihatnya. Sebagaimana Allah juga memberikan contoh-contoh Nabi atau orang yang bisa kita jadikan suri teladan dalam kehidupan atau peringatan agar kita jadikan suri teladan dalam kehidupan atau peringatan agar kita tidak menirunya. Sebagaimana firman-Nya Q.S. Al-Mumtahanah:6

لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِيهِمۡ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَۚ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ ٦

‛Sesungguhnya pada nereka itu( Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu:( yaitu bagi orang-orang yang mengharap pahala Allah dan keselamatan pada hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling maka sesungguhnya Allah dialah yang maha kaya lagi maha terpuji‛

Keteladanan dalam mendidik anak sangatlah penting, apalagi kita sebagai orangtua yang diberi anak oleh Allah yang berarti kita harus bisa menjadi guru teladan bagi mereka dan juga sebagai orangtua wajib menjaditeladan bagi putra putrinya dalam semua aspek kehidupan. Oleh karena itu kita harus benar-benar menjadi panutan bagi mereka andalkan untuk mengarungi kehidupan ini. Apabila kita menginginkan anak kita mencitai Allah dan Rasul-Nya maka kita sebagai orangtua harus menunjukkan sikap mencintai Allah dan Rasullnya, sehingga kecintaan itu akan terlihat oleh anak-anak. Konsep keteladanan untuk akhirat: seorang ayah harus melaksanakan sholat fardhu berjamaah ke mesjid dan dia harus dengan sabar mengajak anak laki lakinya , sambil menekankan bahwasanya seorang laki laki dianjurkan sholat berjamaah ke mesjid. Begitu juga dengan ibadah wajib dan sunnah lainnya orangtua harus memberikan contoh teladan seperti membaca Alquran, sholat sholat sunnah, puasa sunnah sampai bersedekah. Orangtua juga bisa membuat program yang menyenangkan bagi anak anak dengan cara mendikusikan kepada mereka, mungkin mengajak mereka untuk touring ke mesjid , rumah yatim piatu hingga ke kehidupan pesantren.

Konsep keteladanan juga meliputi aspek kehidupan duniawai contoh sederhana yang semua berawal dari sebuah rumah yang islami. Orangtua memberi contoh dalam konsep kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan kamar mandi, tempat tidur mereka sendiri. Konsep gila membaca mengali ilmu, ibu atau ayahnya menunjukkan sikap yang menyukai buku, menjadikan buku sebuah benda yang berharga. Mengajak anak-anaknya berdarmawisata ke toko buku yang kemudian menimbulkan kecintaan dan minat membaca. Konsep sehat bugar, mengajak anak-anak berolahraga bersama hingga mengajari mereka memilih makanan sehat.

Untuk itu orangtua harus banyak belajar dan menggali ilmu agar dapat menjadi seorang guru yang terus semangat untuk transformasi ilmu dan transformasi nilai. Mereka harus cerdas dan terampil dalam mentransfer ilmu pengetahuan sekaligus menjadi sosok yang diteladani oleh anak anaknya yang akan menjadi sosok yang diteladani oleh anaknya.

4. Mendidik Melalui Perhatian

Anak anak mengalami beberapa fase untuk menjadi manusia dewasa, anak memerlukan perhatian khusus dalam masalah emosi. Hal ini sangat beralasan, karena gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang terjadi pada siapapun, termasuk pada anak-anak yang dapat mengalami stress. Pada situasi seperti ini peranan dan bimbingan orangtua menjadi hal yang mutlak mengingat usia anak yang masih labil dan efek lanjutan yang timbul akibat gangguan tersebut. Perhatian tulus yang diberikan orangtua kepada anaknya ibarat air hujan yang memadamkan kobaran api.

Ada empat faktor yang menyebabkan terjadinya stres pada anak diantaranya:

Pertama: aktivitas disekolah, anak anak dituntut dalam bidang akademisnya yang dinilai terlampau berat. Mereka sangat terbebani,tugas yang menumpuk, sikap guru yang tidak bersahabat ditambah lagi ekspektasi orangtua yang terlampau tinggi pada anak. Demikian pula dengan lingkungan pergaulan anak, dimana seorang teman itu dapat menjadi segalanya bagi mereka yang mampu mengabaikan posisi keluarganya.

Kedua: fisik anak, kondisi fisik anak atau bentuk tubuh mereka menjadi bentuk stres yang lain. Tubuh anak yang terlalu gemuk dan kurus, tinggi badan hingga jerawat yang terlalu banyak mulai muncul, hal ini dapat menganggu perasaan mereka.

Ketiga: kondisi keluarga. Perceraian dan hubungan keluargayang tidak harmonis menjadi faktor yang lain yang dapat mnyebabkan stress pada anak. Ditambah kondisi keuangan keluarga yang pas pasan yang bisa menimbulkan persaan yang sangat sensisitif bagi anak.

Keempat: kisah asrama, perasaan suka yang mulai muncul terhadap lawan jenis dapat juga menjadi sumber stress bagi mereka. Disaat merek tidak mendapatkan apa yang diinginkan hingga ditinggal oleh orang –orang yang disayangi, hal ini dapat membuat emosi seseorang menjadi tidak terkendali, bahkan tak jarang membuatnya mengambil tindakan yang nekad.

5. Mendidik Melalui Kasih Sayang

Kasih sayang merupakan hal yang utama yang bisa menimbulkan rasa kerja sama diantara manusia dan orangtua wajib menanamkan kasih sayang, ketentraman dan ketenangan dalam di dalam rumah. Hubungan antara suami dan isteri atau kedua orangtua adalah hubungan kasih sayang. Hubungan ini dapat menciptakan ketenteraman hati, ketenangan pikiran, kebahagiaanjiwa, dan kesenangan jasmaniah. Hubungan kasih sayang ini dapat memperkuat rasa kebersamaan antar anggota keluarga, kekokohan pondasi keluarga, dan menjaga keutuhannya. Cinta dan kasih sayang dapat menciptakan rasa saling menghormati dansaling bekerja sama, bahu-membahu dalam menyelesaikan setiap problem yang datangmenghadang perjalanan kehidupan mereka. Hal ini sangat berperan dalam menciptakan keseimbangan mental anak. Ditambah lagi bahwa anak yang menerima cinta dan kasih sayang besar dari orangtuanya selama pertumbuhan, ternyata lebih cerdas dan lebih sehat daripada anak usia dini yang tumbuh terpisah dari orangtuanya.

Rasululluh telah mengajarkan kita untuk berkasih sayang sesama manusia, khususnya anak-anak harus dibangun berdasarkan bahasa cinta dan kasih sayang. Karena akan menciptakan ikatan yang kuat antara anak dan orangtua dan menimbulkan kelembutan sikap anak-anak. Kondisi keluarga yang penuh dengan kasih sayang dan perhatian akan memiliki kepribadian yang mulia, suka mencintai orang lain dan berprilaku baik dalam masyarakat.

6. Metode Mendidik dengan Menasehati

Metode mendidik anak dengan cara menasehati dan memberikan petuah juga termasuk salah satu cara untuk membentuk karakter seorang anak, emosional, maupun sosial. Apalagi disaat anak memasuki usia remaja yang merupakan masa perkembangan individu yang sanagat penting. Petumbuhan tubuh/fisik semakin berubah ke arah bentuk yang lebih sempurna. Kemapanan pertumbuhan fisik inilah yang dapat membawa kerawanan sosial bagi pelakunya. Pada kondisi ini orangtua dapat menasehati dengan memberikan pemahaman keimanan dan akhlaq karimah dengan jelas, terang, dan lengkap sesuai dengan kemampuan anak.

7. Mendidik Melalui Curhat

Seorang anak yang mulai menginjak remaja begitu cepat mengalami perubahan fisik dan psikis sehingga mengundang kebingungan dan kegelisahan. Disinilah pentingnya teman curhat bagi anak, saat seperti ini adalah kesempatan bagi orangtua untuk melatih kemampuan anak untuk menyampaikan pendapat dengan secara asertif. Dan yang terpenting meskipun secara posisi orangtua lebih tinggi dari anak, hendaklah sesekali orangtua mengalah dan mau mendengarkan keluhan anak. Oleh karena itu kita sebagai orangtua yang baik buat anak kita. Mereka menjadikan orangtua tempat satu satunya dan terpecaya dalam menyelesaikan kegalauan hatinya.

Ada beberapa manfaat dalam metode mendidik dengan cara curhat, yaitu:

  1. Terjadinya interaksi esensial antara seorang anak dengan orangtuanya
  2. Pikiran anak didik akan terfokus dan terpusat pada pertanyaan yang dilontarkan sebagai substansi dari pesan pedidikannya;
  3. Jawaban yang menggunakan kalimat negatif merupakan metode pendidikan yang ilmiah dan realistic serta menjadi hujjah (alasan) atas pelanggaran terhadap perbuatan tertentu, baik secara kemasyarakatan maupun kemanusian.

8. Mendidik Melalui Pembiasaan

Metode pembiasaan merupakan prinsip utama dalam pendidikan dan merupakan metode paling efektif dalam pembentukkan kebaikan dan pelurusan akhlak anak shalih.21 Dengan demikian, pembiasaan yang dilakukan sejak dini pada anak-anak akan berdampak besar terhadap kepribadian atau akhlaknya ketika mereka dewasa. Sebab pembiasaan yang telah dilakukan sejak kecil akan melekat kuat di ingatan dan menjadi kebiasaan yang tidak dapat dirubah dengan mudah.

Pembiasaan-pembiasaan yang dapat diaplikasikan orangtua dalam rumah tangga diantaranya:

  1. Dalam segi pembinaan karakter anak: sholat berjamaah,sholat shunah membaca alquran, puasa, sedekah, menjaga silahturahmi, sopan bertetangga, hormat pada usia lebih tua dan lain-lain.
  2. Dalam segi pembinaan kebersihan : membuang sampah pada tempatnya, kerapian berpakaian, membersihkan rumah dan menjaga kebesihan lingkungan.
  3. Bidang pendidikan: budaya membaca dirumah dan semangat tinggi untuk belajar.

9. Mendidik Melalui Cerita dan Kisah

Bercerita merupakan salah satu cara yang baik sekali untuk berbagai pengalaman imajinatif dengan anak-anak dan memperluas cakrawala mereka. Selain itu, dengan. Mendongeng dapat dapat dijadikan ajang tempat untuk menanamkan nilai moral; mengenalkan cara berdemokrasi, dan lain-lain. Anak –anak juga menyenangi kisah-kisah para ulama, kaum salihan, dan para pahlawan. Orangtua juga bisa mengenalkan anak pola bahasa, mengembangkan perbendahara kata, mendorong seni mendengar dan imajinasi. Disaat anak sangat membutuhkan pengembangan imajinasi justru dibantu dengan kisah-kisah tersebut yang dikemas lebih apik, dengan tampilan kreatif imajinatif. Insya allah dengan cara itu penanaman nilai-nilai moral dapat dilakukan sejak dini.

Sebaiknya orangtua mengakrabkan anak-anaknya dengan kisah para nabi dan para sahabat. Bukankah Allah telah berfirman dalam Qur’an Surah Huud ayat:120

وَكُلّٗا نَّقُصُّ عَلَيۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَۚ وَجَآءَكَ فِي هَٰذِهِ ٱلۡحَقُّ وَمَوۡعِظَةٞ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ١٢٠

‛Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu; dan dalam surat Ini Telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman‛.

10. Mendidik Melalui Penghargaan dan Hukuman

Islam sebagai agama yang mengajarkan kebaikan dan kemashalatan pada umat manusia, menyarankan penggunaan kedua metode tersebut sebagai alternatif dalam mendidika anak. Secara etimologis bahasa Arab, reward (ganjaran) diistilahkan dengan tsawab. Kata ini banyak ditemukan dalam Alquran, khususnya ketika membicarakan tentang apa yang akan diterima oleh seseorang, baik di dunia maupun akhirat. Sedangkan punishment (hukuman) di dalam bahasa Arab di istilahkan dengan ‘iqab. Alqur’an memakai kata iqab sebanyak 20 kali dalam 11 surat.

Ajaran islam juga telah memberikan penjelasan tentang teknik penerapan reward dan punishment. Berbagai tekhnik penggunaan reward yang dianjarkan Islam diantaranya adalah:

A. Dengan ungkapan kata (pujian)

Penggunaan teknik ini dilakukan oleh Rasulullah saw., ketika memuji cucunya, al-Hasan dan al Husein yan menunggaangi punggungnya seraya beliau berkata,‛sebaik-baiknya unta adalah unta kalian, dan sebaik-baik penunggang adalah kalian.‛

B. Dengan memberikan suatu materi

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita,‛Saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian saling mencintai‛. Dari ajaran tersebut dapat diaplikasikan oleh orangtua untuk mengetahui apa yang disukai dan diharapkan oleh anaknya, sehingga hadiah yang diberikan dapat berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan keadaan anaknya.

C. Dengan memberikan senyuman atau tepukan

Senyuman merupakan sedekah. Senyuman sama sekali bukan suatu yang berat, tetapi meskipun tidak berat ia mempunyai pengaruh yang sangat kuat. Itulah sebaiknya orangtua membagi senyuman dan pandangannya secara merata, sehingga anak dapat mendengarkan dengan perasaan cinta dan kasih sayang serta tidak membenci pembicaraaanya.

D. Menganggap diri kita bagian dari mereka

Bila orangtua ingim memberikan penghargaan pada anak anak yang memiliki kelebihan, bisa pula dengan menyatakan bahwa kita merupakan bagian dari mereka. Ini akan menjadi penghargaan besar bagi mereka.

Metode selanjutnya adalah hukuman, pelaksanaan hukuman yang diberikan kepada anak anak mempunyai bebera syarat yaitu:

a.) Pemberian hukuman harus tetap dalam jalinan cinta, dan kasih sayang.

b.) Harus didasarkan pada alasan yang jelas

c.) Harus menimbulkan kesan di hati anak.

d.) Harus menimbulkan keinsyafan dan penyesalan kepada anak.

e.) Harus diikuti dengan pemberian maaf dan harapan serta kepercayaan.

Rasululah saw. juga memberikan beberapa tahapan dalam menjalankan hukuman kepada anak, termasuk anak usia remaja:

a.) Melalaui teguran langsung

b.) Melalui pukulan, terdapat beberapa aturan yang mampu melindungi efek negatif yang mungkin ditimbulkan, yaitu:

  • Jangan terlalu cepat memukul anak jika kesalahan itu baru pertama kali dilakukan, tetapi anak harus diberi kesempatan untuk bertaubat dari perbuatannya;
  • Pukulan tidak boleh dilakukan pada tempat-tempat yang berbahaya, seperti kepala, dada, perut atau muka

11. Mendidik Melalui Bermain

Dunia anak adalah dunia bermain, ungkapan ini menunjukkan bahwa bermain dapat dijadikan salah satu metode dalam mendidik anak. Ditambah lagi bagi anak-anak kecil, permainan mempunyai arah yang jelas merupakan bagian yang hakiki dan subur bagi proses pembelajaran. Ada tiga jenis kegiatan bermain yang mendukung pembelajaran anak, yaitu bermain fungsional atau sensorimotor, bermain peran, dan bermain konstruktif. Dalam metode ini dibutuhkan peran orang dewasa atau orangtua dalam mendampingi anak-anaknya, berperan dalam mengawasi atau ikut serta dalam bermain. Konsep ini dapat menjadi sarana untuk memciptakan ikatan antara anak dan orangtua dan yang pasti kesabaran dan memberikan kesempatan anak bermain dan berkreatifitas harus dimiliki orangtua.

Orangtua yang memegang amanah Allah dan telah diberi kepercayaan, dititipkan seorang anak yang menjadi investasi dunia akhirat, untuk membuat mereka menjadi anak penyejuk hati penyenang jiwa dibutuhkan kerja keras dan usaha usaha, salah satu metode dalam mendidik anak, 9 metode mendidik anak dalam pandangan Islam yang telah dijabarkan diatas merupakan salah satu usaha yang harus dipahami oleh orangtua untuk menciptakan anak anak yang membagakan orangtua. Ditambah dengan contoh contoh yang telah diberikan Rasulullah yang wajib diteladani oleh orangtua dalam mendidik anak dan yang terpenting Allah telah menjabarkan dalam Al-quran bagaimana mendidik anak agar menjadi penyejuk mata.

oleh Ustadz Adam

9 Comments

Leave a Comment

*

*