Home
KONSEP PENDIDIKAN DALAM ISLAM

KONSEP PENDIDIKAN DALAM ISLAM

Dasar pendidikan adalah pandangan hidup yang melandasi seluruh aktifitas pendidikan. Pengertian pendidikan adalah secara keseluruhan dalam konteks Islam dengan istilah “al-ta’lim”, “ta’dib” dan “al-tarbiyah” yang harus dipahami secara bersama-sama. Ketiga istilah tersebut mengandung makna yang amat mendalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan dalam hubungannya dengan Tuhan yang saling berkaitan antara satu sama lain.

Berdasarkan ketiga istilah tersebut mempunyai keunikan tersendiri ketika sebagian atau semuanya disebut secara bersamaan. Akan tetapi, memiliki makna yang beda dan memiliki kesamaan makna yakni mewakili istilah pendidikan Islam.

  1. Tarbiyah

Kata tarbiyah dari segi bahasa berasal dari tiga kata yaitu pertama kata raba yarbu yang artinya bertambah dan berkembang. Hal ini sejalan dengan firman Allah yang artinya “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah (Qs al-Rum, 30:39).

Tarbiyyah adalah proses pengembangan dan bimbingan jasad, akal dan jiwa yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga mutarabbi (anak didik) bisa dewasa dan mandiri untuk hidup di tengah masyarakat

Tarbiyah dapat juga diartikan dengan “proses tranformasi ilmu pengetahuan dari pendidik (rabbani) kepada peserta didik, agar ia memiliki sikap dan semangat yang tinggi dalam memahami dan menyadari kehidupannya, sehingga terbentuk ketakwaan, budi pekerti, dan kepribadian yang luhur.” Sebagai proses, tarbiyah menuntut adanya tingkatan dalam perpindahan ilmu pengetahuan, mulai dari pengetahuan yang mendasar menuju pada pengetahuan yang luas.

Penonjolan kualitas pada konsep tarbiyah adalah kasih sayang dan bukan pengetahuan, sementara ta’dib pengetahuan lebih menonjol dibandingkan dengan kasih sayang. Dalam struktur konseptual ta’dib sudah mencakup dari pengetahuan, pengajaran, dan pengasuhan yang baik. Dengan adanya ta’dib sudah paling tepat dan cermat dalam menunjukan pendidikan dalam arti Islam

  1. Ta’lim

Ta’lim secara tata bahasa Arabnya merupakan bentuk kata benda (Isim mashdar) yang berasal dari akar kata”allama”.

Ta’lim adalah proses kegiatan pembelajaran berkelanjutan terus menerus sejak manusia lahir hingga akhir hayat melalui pengembangan fungsi-fungsi dari potensi pendengaran, penglihatan dan hati.

proses ta’lim yakni tidak hanya berhenti pada proses kegiatan dalam meningkatkan pengetahuan dalam ranah fikiran semata, tetapi juga proses peningkatan perilaku terhadap anak. Pengetahuan yang hanya sampai pada batas-batas wilayah fikiran tidak akan mendorong seorang untuk mengamalkannya, dan pengetahuan semacam itu biasanya diperoleh atas dasar prasangka atau taklid.

Ta’lim tidak berhenti kepada pencapaian pengetahuan berdasarkan prasangka yang lahir dari taklid semata, Ta’lim meliputi ranah pengetahuan (knowledge) dan ranah keterampilan (Skill) yang dibutuhkan seseorang dalam hidupnya serta pedoman perilaku yang baik.

  1. Ta’dib

Istilah yang paling tepat untuk menunjukan pendidikan Islam adalah ta’dib.

ta’dib berarti pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam peserta didik, tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan. Lebih banyak ia ungkapkan bahwa, penggunaan istilah tarbiyah sangat luas untuk mengungkap hakikat pendidikan Islam. Sebab kata tarbiyah memiliki arti pengasuhan, pemeliharaan, dan kasih sayang tidak hanya digunakan untuk manusia, tapi juga digunakan untuk melatih dan memelihara binatang atau mahluk Allah lainnya.

Pemahaman tentang pendidikan Islam dapat diawali dari penelusuran pengertian pendidikan Islam, Upaya penelusuran pengertian pendidikan Islam kiranya tepat apabila kita memahami dengan makna dari istilah ta’lim, tarbiyah, dan ta’dib. Masing-masing istilah tersebut memiliki keunikan makna tersendiri secara bersamaan. Namun, kesemuanya akan memiliki makna yang sama jika disebut salah satunya.

Adab adalah disiplin tubuh, jiwa dan ruh disiplin yang menegaskan pengenalan dan penguatan terhadap kemampuan dan potensi, intelektual dan ruhaniah, karena adab menunjukan pengenalan terhadap kondisi hidup dan kedudukan.

Penekanan adab yang mencakup amal dalam pendidikan dan proses pendidikan untuk menjamin bahwa ilmu dipergunakan secara baik di dalam kehidupan bermasyarakat antara orang-orang Islam terdahulu dengan mengkondisikan ilmu, amal dan adab dan menganggap ketiganya berjalan harmonis dalam Pendidikan.

Konsekuensi bila tidak menggunakan konsep ta’dib dalam pendidikan Islam maka akan hilangnya adab, yaitu hilangnya keadilan yang akhirnya muncuk kebingungan dan kesalahan dalam pengetahuan yang akan terjadi di kalangan muslim masa kini.

 

21 Comments

Leave a Comment

*

*