Home
KEUTAMAAN MENCARI ILMU

KEUTAMAAN MENCARI ILMU

Islam adalah agama yang moderat dan maju. Cakupannya luas, sehingga pemahamannya ialah Islam menjadi Rahmat bagi seluruh alam, bukan Rahmat bagi umat muslim saja. Selain itu Islam juga menghargai perbedaan, kareba bahwasanya perbedaan juga sebagian dari Rahmat. Perbedaan inilah membutuhkan adanya ilmu agar menciptakan perdamaian.

Pengertian ilmu ialah suatu sifat yang dengannya sesuatu yang disebutkan dapat dimengerti dengan jelas. Kata ilmu dalam bahasa Arab yaitu “ilm” yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan sebagainya.

Dikatakan bahwa mempelajari ilmu yang diperlukan setiap individu disemua waktu hukumnya (fardhu ain), ibarat makanan yang diperlukan oleh setiap orang. Sedangkan mempelajari ilmu yang digunakan pada waktu-waktu tertentu itu hukumnya fardhu kifayah. Ibarat obat yang hanya dibutuhkan pada waktu-waktu tertentu.

Rasulullah SAW bersabda =

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Artinya: “Mencari ilmu itu  wajib bagi setiap Muslim laki-laki maupun Muslim perempuan”. (HR Ibnu Abdil Barr)

Keutamaan menuntut Ilmu dalam Islam yaitu:

  1. Menjadi orang yang Mulia

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa orang yang berilmu akan memperoleh kedudukan yang mulia.

“Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah/58: 11).

2. Termasuk Golongan yang Menegakkan Islam

Rasulullah juga menyebut orang yang mencari ilmu merupakan golongan orang yang menegakkan Islam.

“Barang siapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia telah termasuk golongan Sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia pulang kembali.” (HR. Tirmidzi)

3. Ilmu Sebagai Amal Jariyah

Ketika manusia meninggal dunia, amalnya akan terputus karena sudah tidak dapat bekerja dan beramal lagi. Namun terdapat beberapa amalan yang akan terus mengalir pahalanya meski seseorang telah meninggal dunia. Salah satunya adalah ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

Ilmu itu ada 3 tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama ia akan sombong. Jika ia memasuki tahapan kedua ia akan tawadhu’. Dan jika ia memasuki tahapan ketiga, ia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya.

Maka sudah sepatutnya kita berikhtiar untuk menambah ilmu, baik ilmu pengetahuan, ilmu sosial, ilmu hukum, ilmu umum, namun utamanya yaitu ilmu agama. Karena mencari ilmu agama akan menjadikan manusia mampu menghargai perbedaan, mengajarkan pentingnya peduli dan toleransi terhadap orang lain. Karena perbedaan akan menjadikan warna dalam kehidupan, jika kita mampu menghargai perbedaan akan menjadikan keindahan bagai  pelangi yang mampu mewarnai keindahan alam semesta ini.

26 Comments

Leave a Comment

*

*