Home
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU

Dalam islam ilmu, orang yang mencari ilmu, dan yang mengajarkan ilmu memiliki beberapa keutamaan dalam islam, Rasulullah S.A.W bersabda

” طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَىةٌ عَلَى كُلِ مُسْلِمٍ “

   Artinya : “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah no.224)

dari sahabat anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al-Bani dalam Shahiih al-jaami’ish Shaghiir no. 3913). Oleh karena itu menuntut ilmu pengetahuan amat penting bagi setiap individu bahkan dapat meningkatkan martabat manusia, dan merupakan suatu ibadah kepada Allah. Pentingnya mempunyai ilmu adalah untuk membuktikan kekuasaan Allah S.W.T. Dengan adanya ilmu, manusia dapat mambaca Al-Qur’an yang mana terkandung segala persoalan yang nyata di muka bumi ini, sehingga membuat kita dapat mengkaji alam semesta ciptaan Allah ini.

Untuk kehidupan dunia kita segalanya memerlukan ilmu yang dapat menopang kehidupan dunia, untuk persiapan di akhirat. Kita juga memerlukan ilmu yang sekiranya dapat membakali kehidupan akhirat. Ilmu yang akan kita cari tentu ada lembaga yang menaunginya, salah satu nya adalah lembaga pendidikan islam yang dapat menopang ilmu agama kita dan dapat menjadi bekal di akhirat. Lembaga pendidikan islam di indonesia biasanya disebut dengan Pondok Pesantren, dimana tempat ini adalah tempat yang sangat cocok bagi kita maupun, saudara kita, bahkan sampai anak kita nanti untuk belajar agama islam. Dengan demikian, kebahagiaan di dunia dan akhirat sebagai tujuan hidup in syaa Allah akan tercapai. Karena dengan menuntut ilmu di Pondok Pesantren dapat memperluas wawasan kita tentang pengetahuan umum maupun agama (islam)  sehingga kita diakui oleh lingkungan masyarakat yang ada di sekitar kita. Berikut beberapa keutamaan dalam islam yang terdapat didalam al-qur’an :

  1. Orang Berilmu Diangkat Derajatnya

Allah S.W.T berfirman :

“يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟

مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ”

Artinya : Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Pada ayat diatas dijelaskan bahwa orang” yang berkumpul untuk menuntut ilmu maka allah akan meninggikan perkumpulan itu dapat mengangkat derajat orang” yang beriman lebih tinggi, maka bangkit lah untuk senantiasa menemui majelis sehingga kita mendapatkan banyak ilmu yang belum kita ketahui dan diangkat derajat kita menjadi sesorang yang beriman dan berilmu yang senantiasa mendapat derajat yang mulia di pandangan Allah.

 

2. Orang Berilmu Takut Kepada Allah SWT

Dalam surat Fatir ayat 28, Allah SWT berfirman:

“وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ”

“Dan demikian pula diantara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.”

Ayat ini menjelaskan tentang, dengan ilmu, seseorang akan lebih memahami bagaimana kehidupan ini diciptakan dan mendalami pengetahuan tentang kuasa Allah SWT sebagai sang maha pencipta. Orang berilmu akan takut melakukan hal-hal yang mengandung dosa karena ia memiliki pengetahuan akan kekuasaan dan juga kebesaran Allah SWT.

3. Orang Berilmu akan Diberi Kebaikan Dunia dan Akhirat

Dalam surat Al-Baqarah [2]: 269, Allah SWT berfirman:

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

Firman-Nya (يؤتي الحكمة من يشاء) Ali bin Abi Thalhah menceritakan dari Ibnu Abbas: “Yaitu pengetahuan mengenai Al-Qur’an, yang meliputi ayat-ayat nasikh dan mansukh, muhkam dan mutasyabih, yang didahulukan dan yang diakhirkan, halal dan haram, dan semisalnya.” Ibnu Abi Najih menceritakan dari Mujahid: “Yang dimaksud dengan hikmah di sini adalah tepat dalam ucapan.” Sedangkan Abu Aliyah mengatakan: “Hikmah berarti rasa takut kepada Allah Ta’ala, karena sesungguhnya rasa takut kepada Allah merupakan pokok dari setiap hikmah.” Ibrahim An-Nakha’i mengemukakan: “Hikmah berarti pemahaman.” Ibnu Wahab menceritakan dari Malik, Zaid bin Aslam mengatakan: “Hikmah berarti akal.”

4. Orang Berilmu Dimudahkan Jalannya ke Surga

Dalam sebuah hadist tentang keutamaan ilmu pengetahuan dalam Islam, Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Hadist ini menjelaskan bahwa siapa yang belajar dan letak tempat menuntut ilmu itu memiliki jarak maka dalam proses belajarnya itu ia akan dipermudah, diberi bimbingan oleh Allah yang Maha Mengetahui maka jika ada kesulian dalam belajar tanyakan kepada orag yang mengajar kita disertai dengan do’a kepada Allah, dari proses menuntut ilmu kita akan mengetahui bahwa Allah adalah rob dan rasatakut kepada-Nya akan tumbuh sedikit demi sedikit di dalam tubuh kita, dan mengarahkan ke jalan surga-Nya.

5. Orang Berilmu Memiliki Pahala yang Kekal

Ilmu akan kekal dan bermanfaat bagi pemiliknya walaupun ia telah meninggal. Disebutkan dalam sebuah hadist tentang keutamaan ilmu dalam Islam:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata kepada Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Setiap kita akan merasakan bagaimana itu kematian, kata yang sering kita dengar, dan bahas dalam kehidupan kita, namun lalai dalam mempersiapkannya. Ketika kita sudah meninggal semua yang kita miliki akan lenyap apa yang kita usahakan, apa yang kita pertahankan, dan yang kita simpan semua tidak akan memiliki artinya jika kita tidak menggunakannya untuk hal kebaikan, namun ada 3 perkara yang akan membantu kelak ketika kita sudah meninggal yaitu sedekah jariyah, yaitu sedekah yang dapat membawa barokah dan itu senantiasa selalu ada pada orang yang kita beri, yang kedua ilmu yang dimanfaatkan seorang yang memiiki ilmu kemudian mengajarkan dan mengamalkannya terhadap sesama maka ilmu yang ia miliki akan memiliki makna keberkahan walaupun orang sekitar kita belum memahami apa yang disampaikan, yang ketiga yaitu do’a anak yang sholeh do’a anak yang sholeh kepada kedua orang tua atau guru yang mengajarnya bahkan kepada teman-temanya akan memiliki barokah tersendiri di dalam do’anya karena dia senantiasa berdo’a dengan ikhlas demi apa yang dia harapkan kepada Allah.

Oleh: Iman Fida’i

3 Comments

Tinggalkan Balasan ke As'ad Batalkan balasan

*

*