Home
Ketika Cinta Al-Hafidz Bertepuk Sebelah Tangan

Ketika Cinta Al-Hafidz Bertepuk Sebelah Tangan

Wahai Sang Pemelihara Al-Qur’an.. ialah yang bergelar Al-Hafidz. Orang-orang yang bangga dengan gelarmu mungkin tidak pernah menanyakan murojaah mu, yang mereka tau engkau adalah seorang penghaal Al-Qur’an yang Mutkin, dahulu, hari ini dan nanti. Ingat, Allah yang lebih tau seberapa kualitas hafalamu, Allah yang lebih tau hafalanmu untuk apa dan siapa. Penduduk bumi bangga padamu, namun tak ada yang tau apakah penduduk langit juga ikut berbangga karenamu.
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
“Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) al-Qur’an nanti, ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya! Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” HR. Abu Dawud No. 1464, At-Tirmidzi No. 2914.
Jangan kecewakan mereka. jika kelak tiba saatnya engkau diperintahkan untuk naik sambil membaca kalam-Nya. Ternyata engkau hanya mampu menaiki beberapa derajat. Yang ada hanya rasa iri, melihat mereka yang berada pada derajat yang lebih di atasmu. Yang ada hanya penyesalan, “Sekiranya dahulu di dunia aku tak membuang banyak waktuku.” Mereka yang engkau sayangi berharap syafaat darimu, menunggu uluran tanganmu agar mereka bisa naik bersamamu. Agar mereka bisa naik bersamamu di syurga yang tertinggi.
Jangan kecewakan mereka, kesempatan murojaahmu hanya beberapa tahun saja. Setelah itu tidak lagi murojaah, tidak ada lagi kerongkongan yang kering, suara yang parau, tidak ada lagi rasa bosan, lelahmu, keringatmu, air matamu, tak ada yang sia-sia. Allah akan ganti semua itu dengan sesuatu yang indah bahkan indahnya tak pernah engkau bayangkan sebelumnya.
Syaikh Khanova Maulana, LC. memberikan nasihatnya kepada kami.
Kalaupun ada hafalan kita yang lupa, maka lupa itu ada dua macam:
Pertama, lupa karena tabiat manusia. Maka ini hal yang sangat dimaklum, bahkan Rasulullah SAW pun pernah lupa. Namun jangan sampai tipe yang ke dua, yang melupakan Al-Qur’an. Kalau ini sebenarnya bukan dia yang melupakan Al-Qur’an, namun Al-Qur’an yang meninggalkan dia.
Orang mengaku cinta dan rindu sama hafalan Qur’an. Namun cintanya atau rindunya itu sama, bertepuk sebelah tangan. Maksudnya, dia bukan tipe orang yang dicintai oleh Al-Qur’an dan dia juga bukan tipe orang yang dirindukan oleh Al-Qur’an. Salah satu tandanya adalah, dia mantan penghafal Al-Qur’an. Dulu pernah ada Al-Qur’an (di jiwanya) namun kini sudah tiada.
Betapa pedihnya ketika cinta ku, cintamu, pada Al-Qur’an ternyata bertepuk sebelah tangan. Padahal kelak di Yaumul Akhir, orang-orang terdekat kita menanti-nanti syafaat dari Sang Al-Hafidz. Jangan kecewakan mereka. Mari ambil mushafmu, tambah hafalanmu, murojaah hafalanmu, target hafalanmu, betapa menyedihkannya jika hari-hari ini engkau lewatkan tanpa murojaah. Mintalah taufik kepada Allah SWT.
Karena tanpanya kau tak akan mampu, tidak ada kata terlambat jika kau memulainya dari sekarang.
Berikut Tips Istiqomah Menghafal Al-Qur’an:
1. Daftar ke sekolah berbasis Tahfidzul Qur’an, seperti LPPT Ulul Abshor;
2. Bergabung dengan halaqah Tahfidz
3. Berdo’a mohon kemudahan dalam menghafal; dan
4. Bersabar.
Insya Allah, di artikel berikutnya akan kami bahas tema “Istiqomah menjadi Hafidz Qur’an”. Cinta sejati seorang Al-Hafidz yang tak pernah putus pada Al-Qur’an. Semoga Allah SWT merahmati kita semua dan juga santri-santri kita yang sedang berjuang menjaga Kalam-Nya di hatinya.
Sayyidati Aminah~

32 Comments

Leave a Comment

*

*