Home
KARAKTER ORANG BERILMU/PENDIDIK TERHADAP DIRI SENDIRI

KARAKTER ORANG BERILMU/PENDIDIK TERHADAP DIRI SENDIRI

“Pelajarilah ilmu dan pelajarilah ketenangan dan kewibawaan bersama ilmu itu”.

(Sayyidina Umar RA)

Dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim” yang ditulis oleh Hadlratusy Syaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari menjelaskan bahwasanya ada 20 jenis karakter pendidik terhadap diri sendiri, diantaranya :

  1. Pendidik bersikap muraqabah, merasa diawasi oleh Allah di manapun dan kapanpun.
  2. Bersikap khauf dan khasyyah kepada Allah SWT dalam seluruh gerak, diam, perkataan maupun perbuatan.
  3. Seorang pendidik bersikap sakinah dan tenang.
  4. Bersikap wira’i, menjaga diri dari hal-hal yang syubhat, apalagi haram.
  5. Bersikap tawadhu’, rendah hati.
  6. Bersikap khusyu’, tunduk (rendah diri) kepada Allah SWT.
  7. Seorang pendidik yang bersifat tawakal yaitu menggantungkan seluruh urusanya kepada Allah SWT.
  8. Tidak menjadikan ilmu sebagai tangga atau batu loncatan untuk meraih tujuan – tujuan duniawi.
  9. Tidak boleh mengagungkan para pecinta dunia, sebaliknya harus mengagungkan ilmu dan tidak menghina ilmu.
  10. Bersikap zuhud terhadap dunia dan bersikap qana’ah atas apa yang diberikan oleh Allah SWT.
  11. Pendidik hendaknya tidak memilih profesi yang dinilai hina menurut syari’at maupun adat istiadat.
  12. Pendidik hendaknya menghindari hal – hal atau perilaku – perilaku yang dapat menyebabkan tuduhan buruk orang lain.
  13. Hendaknya melaksanakan syari’at Islam dan hukum – hukum zhahir seperti sholat berjama’ah di masjid.
  14. Menegakkan sunnah – sunnah dan memadamkan bid’ah – bid’ah. Menegakkan urusan agama dan kemaslahatan masyarakat.
  15. Hendaknya memelihara sunnah – sunnah syar’iyyah baik berupa perkataan, seperti rutin membaca Al- Qur’an maupun perbuatan seperti puasa.
  16. Pendidik hendaknya bergaul di tengah masyarakat dengan akhlak – akhlak terpuji.
  17. Pendidik hendaknya mensucikan diri dari akhlak – akhlak tercela (takhalli), kemudian menghias diri dengan akhlak – akhlak terpuji (tahalli).
  18. Selalu semangat untuk menambah ilmu dan amal dengan sungguh – sungguh dan ijtihad.
  19. Tidak malu untuk belajar kepada siapa saja, walaupun statusnya lebih rendah darinya, baik dari segi jabatan, nasab maupun usia.
  20. Rajin untuk menyusun karya – karya tulis yang didasari oleh penguasaan yang bagus terhadap apa yang dia tulis tersebut.

(Dikutip dari buku Pendidikan khas pesantren kitab Adabul wal “alim wal muata’alim karya Hadlratusy Syaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, penerbit GENIUS MEDIA)

Oleh Ustadzah Eka

26 Comments

Leave a Comment

*

*