Home
Kante, Dan Bagaimana Terapi Syukur Dilakukan

Kante, Dan Bagaimana Terapi Syukur Dilakukan

Beberapa waktu lalu, saya tanpa sengaja melihat seorang anak berjualan di simpang lima. Seorang anak laki2 yang berusia mungkin 15, beserta satu adek perempuanya. Dalam hingar bingar kota semarang, mereka menepi, mengais rejeki dari sang pencipta. Dengan penuh sabar, si kakak meladeni adeknya yang beberapa kali mengajaknya berbicara, juga meminta uang jajan kepadanya,
“iyaa dek, gpp beli itu..”, ujar sang Kakak sambil khusyuk menyiapkan cat warna untuk para pengunjung.

Saat itu saya sedang menjadi salah satu pembelinya, menggambar lukisan sederhana. Dalam diam, sejenak saya berfikir, betapa bodohnya saya yang kurang bersyukur. Saya, barangkali lebih beruntung dari dia. Saat seusianya, saya sedang enak-enaknya menghabiskan uang orang tua. Saya, saat seusianya sedang enak-enaknya bermain dengan gadget pembelian kakak saya. Tapi tidak dengan mereka,
mereka mengalah kepada Takdir, mencari sebait rejeki untuk kehidupan keluarganya.

Lalu saya jadi teringat dengan kutipan perkataan Pemain Sepakbola Muslim berkebangsaan Prancis N’glo Kante yang bermain untuk Klub Terbaik di Inggris, Chelsea, begini katanya,

“We Lucky to do this job and earning good money. There are people who work harder and get paid less. That why i igive everything in my job..”

Kita, kata Kante. Beruntung melakukan pekerjaan ini dan mendapatkan uang yang cukup, ada orang-orang yang bekerja lebih keras tapi mendapatkan bayaran yang lebih rendah.

Kalimat itu, adalah sebuah terapi bagi kita yang selalu mengeluh. Bahwa yang kita dapatkan, yang kita kerjakan, adalah hal yang bisa jadi diimpikan oleh orang lain. Maka syukuri itu. seperti bagaimana Rasulullah mengabarkan kepada kita dalam hadistnya,

“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu” . [HR. Bukhari].

Maka terapi syukur yang pertama adalah, dengan melihat orang dibawah kita. Kita punya masalah, pasti ada yang lebih bermasalah dengan kita. Kita punya kesusahan, pasti ada yang lebih susah daripada kita.

Kembali ke kalimat Kante, diujung kalimat Kante memberikan nasihat yang sangat indah,
“..Itulah kenapa, ” Kata Kante, “Saya memberikan segalanya dalam pekerjaan saya..”

Ternyata, terapi syukur yang kedua adalah dengan memaksimalkan yang kita dapat dengan sebenar-benarnya. Apapun pekerjaanmu hari ini, apapun yang sedang kamu usahakan hari ini, lakukan dengam sebaik mungkin. Kenapa?
karena sebagaimana kamu memberikan yang terbaik, Allah pasti akan membalasnya juga dengan yang paling baik.

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu”

Terakhir, syukur adalah hubunganmu dengan Allah. Maka apapun penilaian orang, apapun omongan dan komentar orang, tidak menjadikanmu malas bersyukur dan lalu menjadi abai akan apapun yang sedang kamu peroleh hari ini.

Wallahu’alam bishowab..

6 Comments

Leave a Comment

*

*