Home
Ilmu Dulu Baru Amal

Ilmu Dulu Baru Amal

Oleh Ali Masyhar

Ilmu Dulu Baru Amal-Sebaik-baiknya perkataan adalah firman Allah Ta’ala; sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Rasulullah SAW. Sesungguhnya ilmu dan ulama menpunyai kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Dalam al-Qur’an, Allah mendahulukan ilmu sebelum mengucapkan kalimat tauhid; ilmu harus ada sebelum berkata dan beramal.

Ilmu itu apa? Secara bahasa, kata ilmu berasal dari bahasa arab عَلِمَ-يَعْلَمُ-عِلْمٌ yang berarti mengetahui atau perbuatan dengan tujuan untuk mengetahui. Ilmu yang dimaksud dalam tulisan ini adalah ilmu dien atau ilmu syar’i. Ilmu syar’i, yaitu ilmu yang diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya berupa keterangan dan petunjuk.

Ilmu itu harus didahulukan dari pada amal, karena ilmu merupakan petunjuk dan memberi arah amal yang akan dilakukan. Mu’adz bin Jabal RA menatakan:

اَلْعِلْمُ إِمَامُ الْعَمَلِ وَالْعَمَلُ تَابِعُهُ

“Ilmu adalah pemimpin amal dan amal adalah pengikutnya (berada di belakang setelah adanya ilmu.”

Mengapa harus berilmu sebelum beramal? Imam Bukhari Rahimahullah, dalam Jami’ Shahihnya membuat bab khusus tentang ilmu dengan judul “Ilmu Sebelum Perkataan dan Perbuatan”. Ibnu Munir berkata Ilmu yang dimaksud dalam judul ini harus menjadi syarat benarnya sebuah perkataan dan perbuatan seseorang. Tidak akan diterima keduanya tanpa dilandasi oleh ilmu. Maka, ilmu harus didahulukan karena ilmu yang membenarkan niat dan amal.

Imam Bukhari mengemukakan alasan bagi peryataanya tersebut berdasafrkan firman Allah dalam surat Muhammad ayat 19:

فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.” (QS. Muhammad: 19)

Dalam ayat di atas dijelaskan, Allah memerintahkan kita untuk berilmu dan memohon ampun. Dapat dilihat Allah memerintahkan kita untuk berilmu dulu sebelum beramal (memohan ampun).

Seorang muslim yang hendak beramal, dituntut untuk memahami amal yang akan ia kerjakaan tentunya dengan ilmu. Agar tidak terserumus dalam kesalahan yang menyebabkan amalnya tidak diterima. Ada sebagian orang yang bertanya: untuk apa belajar, padahal belum waktunya diamalkan? Sesungguhnya setiap seorang muslim dituntut untuk senantiasa haus akan ilmu, meskipun ilmu yang dipelajari belum waktunya diamalkan. Seperti ilmu tentang haji, padahal ia belum memiliki kemampuan untuk berangkat haji. Karena ilmu akan bermanfaat bagi dirinya sendiri ataupun orang lain.

Imam Bukhari mengingatkan hal ini agar tidak ada lagi yang berprasangka bahwa peryataan “ilmu tidak akan bermanfaat tanpa amal” pemahaman ini dilatarbelakangi sikap meremehkan  dan menganggap mudah dalam mencari ilmu. Peryataan tersebut sebuah penginaan terhadap ilmu dan menggap remeh dalam menuntutnya.

 

One Comment

Leave a Comment

*

*