Home
IDOLA

IDOLA

IDOLA-, Menyaksikan seorang santri duduk tertunduk selesai sholat berjamaah, terlihat begitu khusyuk berdoa. Sehingga ketika selesai berdoa sayapun bertanya, Kenapa begitu lama berdoa ? Doa kan ibu dan ayah ya terutama ayah yang sudah meninggal ? Diapun menjawab “ ya, tapi ada doa lain juga” Apa itu ? Kata dia “ Saya ingin ke Korea “ Untuk apa ? Sekolah ? Jawab dia “ Tidak, tapi mau lihat konser BTS” Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un. Akhirnya kamipun berbincang-bincang berkait dengan idola.

Dalam Islam mengidolakan seseorang tidak dipermasalahkan, boleh saja memiliki tokoh idola dengan syarat tidak keluar dari hukum Islam. Idola harus memiliki nilai bagi penggemarnya sementara terkadang malah keluar dari eksistensinya karena pengaruh sang idola. Salah satu watak bawaan manusia sejak diciptakan Alloh Ta’ala adalah kecenderungan untuk selalu menirukan dan mengikuti orang lain yang dikaguminya baik dalam hal kebaikan maupun hal keburukan. Dan Rosullullohi shollollohu’alaihi wa salam pun bersabda :

Ruh-ruh manusia adalah kelompok yang selalu bersama, maka yang saling berkesesuaian diantara mereka akan saling dekat dan yang tidak berkesesuaian akan saling berselisih

Oleh karena itu metode pendidikan yang tepat dengan menampilkan contoh figur untuk diteladani adalah termasuk salah satu metode pendidikan yang efektif dan bermanfaat.

Dalam ayat-ayat Al Qur’an banyak dikisahkan keteladanan para nabi bahkan ada satu surat khusus para nabi yaitu Surat Al Anbiya. Bahkan Alloh mengabadikan nabi/rosul menjadi nama surat dan orang-orang berhikmah seperti Lukman Nur Hakim dan Siti Maryam.

Dan semua kisah para rosul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu, dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman “ (Qs Hud : 120)

Syekh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan supaya hati tenang dan teguh dalam keimanan, bersabar seperti yang diajarkan Rosullulloh shollollohu’alaihi wa salam karena jiwa manusia cenderung senang meniru dan mengikuti orang lain.

Tetapi pada kenyataannya sangat memprihatinkan karena kebanyakan justru mengagumi dan mengidolakan tingkah laku dan gaya hidup yang bertentangan dengan Islam, seperti penyanyi, pelawak, atau boy band korea, dan lain-lain.

Kenyataan ini tentu saja sangat buruk dan dapat berakibat fatal, karena setiap pengidola akan membeo segala tingkah laku dan gaya hidup idolanya tanpa menimbang lagi apakah hal itu apakah bertentangan dengan nilai-nilai agama atau tidak. Karena hakikatnya mengidolakan karena urusan dunia dan akan semakin fatal jika pengidolaan ini akan berakibat merusak keimanan dan aqidah karena mengikuti sang idola.

Idola terbaik dalam Islam adalah Rosullulloh Muhammad Shollollohu’alaihi wa salam, manusia terbaik di muka bumi dalam segala aspek kehidupan. Alloh Ta’ala memuji keluhuran budi pekerti beliau :

“ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung “ (Qs. Al Qolam : 4)

“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Roullulloh suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Alloh dan balasan kebaikan pada hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh “ (Qs. Al Ahzaab : 21)

Dalam ayat-ayat yang mulia tersebut Alloh ta’ala sendiri yang menamakan semua perbuatan Rosullulloh sebagai “ Teladan yang baik “.

Sekolah berbasis Al Qur’an dan sunnah yang tidak menyelisihi menjadi tempat untuk belajar dengan benar bagaimana mengenal dan mengikuti idola dalam kehidupan sehingga selamat dunia dan akhirat. Lembaga Pendidikan Pesantren Terpadu merupakan solusi yang tepat dalam proses pembelajaran.

Hadist dan shiroh diperkenalkan dan diajarkan di Lembaga Pendidikan Pesantren Terpadu sehingga akhlak Rosullulloh, para anbiya, para shahabat dan orang-orang sholih lainnya dapat menjadi uswah dalam menjalani kehidupan.

Menjadi kewajiban bagi hamba-hamba yang turun di medan dakwah untuk mengubah idola yang selama ini melekat di masyarakat dan harus dilakukan sejak usia dini.

Menggantikan Kapten Amerika, Superman, Batman, dan lain-lain dengan tokoh-tokoh Islam yang seharusnya menjadi panutan. Setiap shohabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan orang-orang sholih kemudiannya banyak sudah bisa dijadikan contoh kepribadiannya sejak mereka kecil.

Dan berkait idola inipun tidak hanya berurusan dengan kehidupan anak-anak tetapi juga para orang tua. Dan LPPT pun menyadari hal tersebut karena itu pembinaan terhadap orang tua (parenting)  secara rutin diadakan.

Karena itu di masa sekarang dimana sudah memasuki fase akhir jaman harus sangat berhati-hati dalam memadu madankan aspek-aspek kehidupan termasuk hal “IDOLA”.

Oleh : Ratna Mayasari (Walas -1)

19 Comments

Tinggalkan Balasan ke Setya Batalkan balasan

*

*