Home
GURU ISLAM TERPADU SEBAGAI PILAR PEMBENTUKAN GENERASI KHOIRU UMMAH ABAD 21

GURU ISLAM TERPADU SEBAGAI PILAR PEMBENTUKAN GENERASI KHOIRU UMMAH ABAD 21

Oleh: Okti Nur Cahyani

Abstrak

Dalam buku 25 kesalahan fatal pendidikan kita saat ini, Guru islam terpadu adalah sosok guru yang pola dan sepak terjangnya dalam kegiatan profesinya berlandaskan pada nilai keyakinan, akar ideologi, serta kerangka filosofi islam secara kaffah. Pendidikan dihadapkan dengan pola pembelajaran darurat dengan pendekatan media sosial sebagai segala sumber sarana prasarananya dan anak dituntut aktif untuk belajar mandiri, sedangkan interaksi dengan guru dilakukan dengan jarak jauh. Disisi lain pembelajaran darurat selama covid ini dinilai dari harapan terhadap penurunannya pembangunan karakter.

Anak didik menjadi terbiasa dengan kondisi dimana pembelajaran daring berlangsung bisa dilakukan dengan tiduran, makan, dan perilaku tidak disiplin lainnya. Adapun potret- potret buram dari output pendidikan hari ini sedah menjadi titik kesimpulan betapa peran guru tidak hanya sebatas transfer of knowledge semata. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan seperti pesantren yang tidak sekuler inilah bagian dari eksekutor yang membantu menginternalisasikan pendidikan islam murni ke peserta didik. Guru memiliki kontribusi besar untuk membangun aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik pada anak didiknya.

Kata kunci : pesantren, islam, sekolah

Pendahuluan

25 November kemarin kita diingatkan dengan hari guru nasional sebagaimana menjadi salah satu pilar dalam membangun generasi cemerlang. Bersamaan dengan Pendemi yang berlangsung hampir setahun ini, pendidikan dihadapkan dengan pola pembelajaran darurat dengan pendekatan media sosial sebagai segala sumber sarana prasarananya. Anak dituntut aktif untuk belajar mandiri, sedangkan interaksi dengan guru dilakukan dengan jarak jauh. Tidak sedikit Berbagai metode daring tidak mampu menunjukkan kualitas proses pembelajaran. Anak kewalahan dengan materi yang masih belum jelas ditambah dengan pembebanan tugas yang harus dikerjakan. Adapun menurut survey yang dilakukan oleh unicef, sebanyak 66% siswa mengaku tak nyaman belajar di rumah. Unicef menerima lebih dari 4000 tanggapan dari siswa di 34 propinsi indonesia, melalui kanal report yg terdiri dari sms, wa, messenger. Sebanyak 66% dari 60 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan di 34 propinsi 87% siswa mengaku ingin segera kembali belajar di sekolah. Disisi lain pembelajaran darurat selama covid ini dinilai dari timpang dari harapan terhadap penurunannya pembangunan karakter. Anak didik menjadi terbiasa dengan kondisi dimana pembelajaran daring berlangsung bisa dilakukan dengan tiduran, makan, dan perilaku tidak disiplin lainnya. Adapun potret- potret buram dari output pendidikan hari ini sedah menjadi titik kesimpulan betapa peran guru tidak hanya sebatas transfer of knowledge semata. Guru memiliki kontribusi besar untuk membangun aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik pada anak didiknya.

Pembahasan

APA ITU GURU ISLAM TERPADU ?

Dalam buku 25 kesalahan fatal pendidikan kita saat ini, Guru islam terpadu adalah sosok guru yang pola dan sepak terjangnya dalam kegiatan profesinya berlandaskan pada nilai keyakinan, akar ideologi, serta kerangka filosofi islam secara kaffah. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan seperti pesantren yang tidak sekuler inilah bagian dari eksekutor yang membantu menginternalisasikan pendidikan islam murni ke peserta didik. Adalah pesantren terpadu yang menjadi penyokong dalam terlaksananya amal jamai dalam pendidikan islam sehingga output yang dirasakan sesuai dengan apa yang Allah firmankan dalam QS. ALI IMRAN: 110.

Adapun dalam islam istilah guru dikenal sebagai murrabi dengan estimologi rabba, yarubbu, tarbyyah, almurabbi. Untuk menjadi seorang murabbi terpadu butuh lima ruang lingkup yaitu:

  1. sebagai mualim yang tidak memisahkan ilmu dunia dan akhirat sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits “jadilah kamu para pendidik yang penyantun, ahli fikih, dan berilmu pengetahuan. Dan dikatakan predikat rabbani apabila seseorang telah mendidik manusia dengan ilmu pengetahuan dari sekecilnya sampai menuju pada yang tinggi” (HR Bukhari dan Ibnu Abbas).
  2. Mursyid

disebutkan mendidik adalah seni membangun manusia, ia dijadikan oleh Allah sebagai sarana pembuka hati dan pembawa hidayah bagi anak didiknya.

  • Muajih.

Sebagaimana konsep pedagogis, guru atau murabbi harus mampu menguasai berbagai metode sehinggga mampu mencapai tujuan pendidikan

  • Walid

Merupakan orang tua bagi anak didiknya yang menjadi tempat problem solver dari permasalahan peserta didik

  • Muaddib

Untuk bisa membangkitkan jiwa anak didik, dibutuhkan “ruh” dimana hal itu didapatkan ketika murrobi harus lebih dulu yang memulai dan melakukan di segala aspek kebaikan. Kaiadah qudwah qobla dakwah adalah konsep yang rasulullah contohkan.

Itulah 5 ruang lingkup yang harus diperhatikan bagaimana guru sebagai pilar pembangun generasi yang cemerlang baik dunia dan akhirat. Jadikanlah di penghujung 2020 ini menjadi bahan reflektif untuk kita agar senantiasa mengupayakan islam sebagai tumpuan dalam membangun peradaban yang gemilang

Simpulan

            Guru islam terpadu tidak akan terlingkum pada Lembaga sekolah yang tidak mengcover nilai islam secara paripurna. Butuh sebuah amal jama’ yang ditetapkan dari istitusi sehingga akan mudah membentuk kader-kader murrobbi yang kaffah secara aqidah dan nafsiyah dalam Pendidikan islam.

Daftar Pustaka

Kastori, S.Pd. 2002. Surat Sakti Buat Guruku Tersayang. Semarang: Pustaka Tarbiyah.

https://www.unicef.org/indonesia/id/press-releases/indonesia-survei-terbaru-menunjukkan-bagaimana-siswa-belajar-dari-rumah

Leave a Comment

*

*