Home
DINAR – DIRHAM

DINAR – DIRHAM

Publik tanah air sedang dihebohkan dengan adanya pasar muamalah yang dimana di pasar tersebut bertransaksi menggunakan mata uang dinar (emas) dan dirham (perak), serta beredar isu bahwasannya Bareskrim Polri menangkap salah satu pegiat pasar muamalah tersebut.

Bareskrim Polri menahan pegiat gerakan Dinar-Dirham tersebut pada Selasa (2/2/2021) malam. Tersangka dijerat berdasarkan dua pasal yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yaitu: Pasal 9 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP dan Pasal 33 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dia terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun (Sindonews.com).

Pada kesempatan kali ini kami hanya membahas apakah itu dinar dan dirham. Adapun dinar dan dirham yang pernah terwujud di masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin, serta khalifah-khalifah sesudahnya bukanlah fiat money/ uang kertas (an nuqud al waraqiyyah). Melainkan dinar syar’i dan dirham syar’i yang berbasis emas (untuk dinar) dan perak (untuk dirham) sesuai standar berat yang telah ditetapkan syariah.

Dinar adalah satu jenis uang emas yang berat satuanya adalah 20 qirath = 72 habbah = 4,25 gram emas (murni). (Rawas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughat Al Fuqoha’, hlm. 159; Abdul Adim Zallum, Al Amwal, hlm. 184).

Dirham adalah satu jenis uang perak yang beratnya = 6 daniq = 48 habbah = 2,975 gram perak (Murni). (Rawas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughat Al Fuqoha’, hlm. 156; Abdul Adim Zallum, Al Amwal, hlm. 184).

Ada pun mata uang di beberapa Negara Arab juga ada yang menggunakan istilah dinar dirham, sebenrnya adalah fiat money (uang kertas). Yang tidak di back-up oleh cadangan emas ataupun perak di bank sentralnya, contoh: dinar Iraq, Dinar Kuwait, Dinar Maroko. yang artinya meski mata uang tersebut menggunakan istilah dinar/dirham sejatiya mata uang tersebut merupakan dinar/dinar non syar’i, karena pengertian dinar dan dirham yang syar’i ialah yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Oleh: Ahmad Zaky Fajarian

Tags:

4 Comments

Tinggalkan Balasan ke Aris Y Batalkan balasan

*

*