Home
BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

Seseorang sering tidak yakin atau percaya dengan diri sendiri, atau bahkan bisa di lihat dari beberapa unsur contoh paling sederhana adalah sering menyalahkan orang lain dan ketidak puasan terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain. Dalam dunia pendidikan seharusnya diterapkan dalam dunia pendidikan anak, teruntul anak yang baru menginjak dari masa anak-anak ke remaja dan remaja ke dewasa, karena itu semua akan menghantarkan anak-anak menjadi lebih percaya diri dan juga mereka mampu berkomunikasi dengan baik kepada orang lain.

Selain dari mampu berdamai atau mengenal diri sendiri l, seorang siswa dalam dunia pendidikan juga harus diolah dengan sopan santunnya, karena kedua unsur tersebut mampu menjadi komponen yang sangat baik untuk perkembangan siswa. Dalam Psikologi anak juga bisa menjadi stimulus respon dalam melakukan suatu hal, stimulus respon tersebut berupa rangsangan keingintahuan dalam materi yang akan diterimanya, dari hal tersebut juga mampu membuat perkembangan pola pikir anak yang lebih cemerlang.

Dalam agama islam pun mengenal diri sendiri itu penting, karena setiap orang bisa berdamai dengan diri sendiri dan mengenal diri sendiri juga mampu berdamai dengan sesama manusia ( hablu minanna ) dan setelah mencapi batas itu manusia pasti akan mencapi ke ( hablu minallah ). Memang susah dalam memahami diri sendiri dan berdamai dengan diri sendiri, namun apa bila kita selesai dalam urusan itu pasti akan bisa memahami orang lain. Solusi yang tepat dalam islam adalah dzikrullah memuji nama Allah atau merenungi kesalahan dan selalu mensyukuri apa yang sudah di berikan Allah.

Dalam konteks seperti ini memang dalam memahami diri sendiri harus lebih diutamakan sebelum memahami orang lain, jika kita mampu memahami diri sendiri, emosional dalam diri akan mampu dikuasi secara maksimal. Lingkup yang mampu membentuk pengenalan diri sebenarnya sangat banyak, seperti pesantren dan sekolahan formal. Dimana seorang anak akan di gembleng dalam pengenalan dan pembentukan karakter pada diri mereka.

18 Comments

Tinggalkan Balasan ke Dina Arini Batalkan balasan

*

*