Home
BELAJAR, DAN TERUS BELAJAR

BELAJAR, DAN TERUS BELAJAR

Dalam sehari, berapa jam kita tidur? Bisa jadi 8 jam Berapa jam yang kita habiskan untuk bekerja? Jika ditambah waktu pergi dan pulang kantor, bisa sampai 9 jam Berapa jam kita habiskan untuk makan, minum, mandi dan buang hajat? Bisa jadi 1 jam?

 

Berapa jam kita gunakan untuk beribadah? Bisa jadi 1 jam. Berapa jam kita gunakan untuk berselancar di internet, media sosial, bermain, menonton, dan ngobrol? Mungkin 5 jam. Total sudah 24 jam.

 

Pertanyaannya, jika hidup kita setiap hari selalu begitu, berapa jam waktu kita dalam sehari untuk belajar?

Kapan waktu kita untuk membaca buku mendengarkan kajian, menambah pengetahuan, dan keahlian? Nah, pertanyaan kita selanjutnya kah kita luangkan 2 jam setiap hari untuk belajar?

Jangan sampal setiap hari kita menghabiskan waktu 24 jam untuk bekerja, tidur, makan, minum, mandi, buang hajat, menggunakan internet, bersos media, dan lainnya, tapi tidak 1 jam pun kita gunakan untuk belajar.

Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas. Sibuk sibuk, dan terus sibuk, lalu lupa bahwa kita masih butuh belajar.

Kita ingin memperbaiki kualitas shalat kita, tapi tak mau meluangkan waktu untuk belajar. Kita ingin meningkatkan kinerja di kantor, tapi tak menyempatkan diri untuk belajar.

Kita ingin menjadi pribadi yang berakhlak mula dan dicintai sesama, tapi tak mau menghabiskan waktu untuk belajar.

Jangan sampai kita lupa untuk menamba pengetahuan dan mengasah keahlian. Betapa rugina jika bertambahnya hari yang kita lalui tidak diikut dengan bertambahnya ilmu yang kita pahami atau keahlian yang kita miliki.

Belajar adalah kebiasaan yang harus kita mik Keduanya merupakan kebiasaan wajib seorang muslim yang sukses, juga kebiasaan ulama-ulama besar.

Mari simak perkataan Ar-Razi berikut ini (saya kutip dari buku Kita & Akhlak Para Salaf),

“Aku pernah mendengar Ali bin Ahmad Al- Khuwarizmi berkata, ‘Aku pernah mendengar Abdurrahman bin Abu Hatim bercerita, ‘Kami pernah berada di Mesir tujuh bulan dan tidak pernah memakan makanan berkuah. Setiap siang kami berkumpul di majelis-majelis para syekh. Pada malam harinya, kami menyalin pelajaran dan saling mencocokkan kembali. Pada suatu hari, aku bersama teman dekatku menemui seorang syekh. Namun orang-orang bilang. Beliau sedang sakit.”

Di tengah perjalanan pulang, kami melihat ikan yang sangat menggiurkan. Kami pun membelinya. Ketika kami tiba di rumah, ternyata waktu belajar telah tiba, sehingga kami belum sempat memasaknya. Kami langsung berangkat ke majelis. Demikian terus, hingga waktu berlalu sampai tiga hari. Ikan itu tentu saja sudah hampir membusuk. Tapi, kami tetap memakannya bahkan dalam keadaan mentah. Kami tidak sempat memberikannya kepada seseorang untuk dibakar. Kemudian beliau berkata, “Sesungguhnya ilmu itu tidak bisa didapatkan dengan merehatkan badan.”

Masya Allah. Luar biasa para ulama pendahu kita dalam hal belajar. Lalu, di mana posisi kita sebaga pemuda-pemudi Islam saat ini, jika tidak punya kebiasaan belajar setiap hari?

Kita adalah pemuda-pemudi Islam yang saleh satu kesuksesannya dibangun dari seberapa hebat memaksimalkan waktu untuk belajar. Paksaka diri untuk belajar minimal 1 jam sehari. Tidak per langsung satu jam. Jika kamu naik KRL, gunakan 3 menit berangkat dan 30 pulang untuk belajar. Ja kamu naik lakukan hal yang sama.

Sambil menunggu makanan di kantin, ata pesanan di café, gunakan waktu luang itu untuk belajar. Siapkan bahan belajarnya. Buku kecil (sepen buku yang kamu baca ini) atau playlist kajian ustadz favoritmu di Youtube bisa menjadi bahan belaja yang baik. Lebih baik lagi jika kamu punya wak belajar spesial di pagi hari.

Sehabis subuh, misalnya? Saat pikiranmu masih segar. Insya Allah, apa yang kamu baca atau kamu tonton akan mudah kamu pahami. Bayangkan, jika satu jam dalam sehari kamu bisa membaca 20 halaman. Maka dalam 10 hari, kamu bisa menyelesaikan sebuah buku ringan. Dalam sebulan, kamu bisa menyelesaikan 3 buku. Setahun kamu bisa menyelesaikan 36 buku. Pertanyaannya, pernahkah dalam 1 tahun kamu membaca 36 buku?

 

Yuk, mulai sekarang luangkan 1 jam setiap hari untuk belajar, membaca atau mendengarkan kajian.

 

Artitel oleh Ustadz M. Hidayatulloh

5 Comments

Leave a Comment

*

*