Home
APA MAKNA TAHUN BARU ?

APA MAKNA TAHUN BARU ?

Tahun baru Islam terkait dengan awal dibuatnya penanggalan Hijriyah pada masa kekhalifahan Umar Bin Khatab Saat itu, belum ada penanggalan yang baku untuk urusan kenegaraan dan kemasyarakatan.

Khalifah Umar bin Khattab menerima surat dari Gubernurnya di Bashra, Abu Musa Al Asy’ari, yang awal suratnya berbunyi “…menjawab surat Tuan yang tidak tertanggal…”

Kata-kata tersebut sangat menarik. Umat Islam perlu mempunyai penanggalan yang pasti. Oleh karena itu, diadakan musyawarah khusus untuk menentukan kapan awal tahun baru Islam. Dalam musyawarah yang dihadiri tokoh terkemuka dari kalangan sahabat Rasulullah, ada beberapa usulan untuk menentukan tahun baru Islam.

Ada pendapat yang mengatakan penanggalan Islam dihitung dari peristiwa penyerangan Abrahah terhadap Ka’bah yang dikenal dengan Amul Fiil (tahun gajah). Ada yang menyarankan kalau penanggalan Islam dihitung dari turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah saw, dimana waktu itu beliau secara resmi dilantik oleh Allah SWT sebagai Nabi dan Rasul untuk seluruh umat.

Ada pendapat yang mengusulkan penanggalan Islam dihitung dari wafatnya Rasulullah. Alasannya karena waktu itu diturunkan wahyu terakhir yang menegaskan bahwa Islam sebagai agama yang sempurna. Setelah melakukan musyawarah, akhirnya disepakati bahwa penanggalan Islam dihitung dari hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Medinah. Hijrah itu memisahkan antara yang hak dan batil.

Peristiwa hijrah pun merupakan pintu masuk kehidupan baru bagi Rasulullah dan umatnya dari masa kemusyrikan menuju masa tauhid. Titik awal perjalanan sejarah Islam ini dijadikan momentum sebagai tahun baru Islam.

Terus bagaimanakah Makna Tahun baru Islam ?

ada beberapa nilai atau makna yang kita ambil tentang Tahun baru yang baru saja kita lewati, yang dapat kita maknai atau ketahui secara jelas adalah bertambahnya tahun. tetapi berikut ada beberapa makna yang kita ambil hikmahnya dan menjadikan diri kita semakin dekat dengan Allah SWT, antara lain sebagai berikut:

#Semangat Perjuangan Tanpa Berputus Asa

Makna tahun baru Islam bisa kita telusuri dari kisah Rasulullah dan para sahabatnya. Saat hijrah, mereka harus melawan rasa sedih dan juga takut. Pasalnya, mereka harus meninggalkan tanah kelahiran, saudara, dan juga harta benda. Belum lagi ketidakpastian yang akan mereka hadapi di tempat baru. Namun, mereka tidak putus asa. Justru mereka memiliki semangat perjuangan dan optimis yang tinggi. Semangat untuk hijrah dari hal buruk menuju hal baik.

#Perubahan Menuju Kebaikan

Pada tahun baru, akan lebih baik jika ada perubahan. Apalagi, jika perubahan itu mengarah ke sesuatu yang baik. Ini sesuai dengan tujuan Allah SWT ketika menurunkan Islam. Bahwa Islam merupakan agama yang bermanfaat untuk seluruh manusia dan juga untuk semua alam semesta dengan damai penuh kasih sayang.

#Pengingat untuk Akhlaq Mulia

Tahun baru Islam menjadi pengingat untuk melakukan akhlaq mulia. Kita sebaiknya memperbaiki akhlak yang tadinya buruk menjadi baik. Contohnya, meninggalkan kebiasaan minuman beralkohol dan menggantinya dengan rutin sholat berjamaah di Masjid, dan sebagainya.

#Momen Introspeksi Diri

Tahun Baru Islam artinya umat muslim memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Artinya, kita sudah meninggalkan tahun yang sudah berlalu dan memasuki tahun yang baru. Penting bagi kita untuk introspeksi diri atau disebut dengan muhasabah. Hal ini supaya di tahun baru ini kita lebih banyak beramal baik dan meninggalkan perbuatan dosa.

Marilah, di momen baik ini manfaatkan waktu kita untuk selalu mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dengan meningkatkan ketakwaan kita di hadapan Allah SWT.

Sumber Referensi:

Rifki M Firdaus. Sejarah Penetapan Awal Tahun Baru Islam. Islampos.com – https://bit.ly/2E6v3YI

One Comment

Leave a Comment

*

*