Home
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN ISLAM

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN ISLAM

Anak Berkebutuhan Khusus dan Islam- Anak merupakan suatu anugrah yang sangat berharga dalam kehidupan seseorang.  Anak Adalah amanah dan titipan dari Ilahi untuk seseorang, maka sepatutnyalah kita sebagai orang Tua harus memperhatikan kebutuhan anak seuai dengan kondisi anak. Anak tidak selalu dilahirkan dalam kondisi normal adakalanya dia lahir dalam kondisi berkebutuhan khusus atau yang sering kita singkat ABK.

Anak Berkebutuhan Khusus mempunyai banyak sekali ragam, hal ini disebabkan karena mereka mempunyai ciri spesifik yang berbeda dengan anak normal pada umumnya.  Autis adalah salah satu contoh dari ABK diman dia mempunyai gangguan dalam komunikasi sosial atau interaksinya. Contoh ABK yang lain seperti ADHD,Gangguan Komunikasi , Belajar dan Lain sebagainya

Islam Memandang bahwa Segala penciptaan Allah adalah sempurna bahakan anak ABK-pun

  1. Ali ‘Imran Ayat 191

الَّذِيۡنَ يَذۡكُرُوۡنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوۡدًا وَّعَلٰى جُنُوۡبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُوۡنَ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ۚ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هٰذَا بَاطِلًا ۚ سُبۡحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.

Banyak Hikmah yang dititipkan Allah dalam ABK, mereka punya kekauatan tersendiri yang manusia harus menggali untuk mendapatkan potensinya. Albert Einstein adalah tokoh yang semua tahu tentang kejenisannya tapi tidak banyak yang tahu bahwa dia adalah penyandang autis, bahkan ketika sekolah dasar dia dikeluarkan oleh sekolahnya karena nilai raportnya yang rendah.

Islam memandang Perlakuan kita kepada anak ABK dan Normal harusnya tidak membedakan

لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَى حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَنْ تَأْكُلُوا مِنْ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ آبَائِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَاتِكُمْ … (النور: 61)

Artinya, “Tidak ada halangan bagi tunanetra, tunadaksa, orang sakit, dan kalian semua untuk makan bersama dari rumah kalian, rumah bapak kalian atau rumah ibu kalian …” (Surat An-Nur ayat 61).

Di Ayat ini menunjukan bahwa perlakuan kita dalam mendidik ABK seharusnya sama, baik dalam belajar di Sekolah, Pesantren, Pondok atau sekolah nonformal seperti Homescholing, Les Privat atau yang lainnya

Oleh: Ustadz Aris

23 Comments

Tinggalkan Balasan ke wawan Batalkan balasan

*

*