Home
Al-Qur’an untuk Para Pembesar Negeri

Al-Qur’an untuk Para Pembesar Negeri

Al-Qur’an adalah kitabullah yang menceritakan banyak kisah para nabi. Kisahnya tertulis jelas untuk pelajaran bagi orang-orang beriman. Kisahnya maknawi bukan khayali. Al-Qur’an sejatinya adalah penerang kehidupan, pengatur kehidupan, jalan menuju keselamatan. Kitabullah ini ditujukan kepada siapa saja  untuk semua golongan, suku, warna kulit, rakyat jelata maupun para pembesar negeri.

Ketika para nabi berdakwah kepada para pembesar negeri. Tak sedikit dari mereka yang mengingkari dakwah nabi. Bahkan mereka marah dan melakukan tipu daya untuk menghentikan dakwah nabi karena merasa kekuasaannya terancam.

Seperti kita diketahui bahwasanya Baginda Nabi Ibrahim As kala berdakwah harus menghadapi bengisnya Raja Namrudz. Raja yang mengaku dirinya Tuhan dan mengingkari dakwah Nabi Ibrahim As. Bahkan Raja Namrudz berusaha membunuh Nabi Ibrahim As dengan membakarnya.

Begitupun Nabi Musa As kala berdakwah harus berhadapan dengan sosok seperti Firaun. Raja mempunyai kekuasaan begitu luas, memilik bala tentara  yang banyak dan persenjataan yang lengkap. Ia juga dikelilingi oleh ahli sihir sepenjuru negeri. Nabi Musa As dan pengikutnya ingin dibunuh dan dikejar sampai laut merah.

Baginda Nabi Yusuf As juga kala berdakwah berhadapan dengan pejabat negara yang menjatuhkan fitnah dan menjebloskannya kedalam penjara.
Nabi Daud juga ikut serta menjadi tentara Thalut untuk berperang melawan kekuasaan dan kekuatan Jalut. Nabi Daud ikut serta untuk menghentikan kedzaliman Jalut terhadap rakyat kecil.

Nabi Yunus As juga kala berdakwah mengalami pengusiran oleh para pembesar negeri minawa. Namun ketika nabi Yunus As pergi mereka pun menyadari kebenaran dan bertaubat.
Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam pun  berhadapan dengan para pembesar negeri, pemimpin kabilah Quraisy yang tiran. Penguasa Mekkah yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghalangi dakwah Beliau dengan cara propaganda, penganiayaan dan  pemboikotan.

Namun semua yang mereka lakukan itu tidak mendapatkan hasil. Malah semakin menunjukkan kedangkalan berpikir mereka. Sebagaimana firman Allah SWT :
Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya. (Q.S. Al — An’am : 123)

Kebenaran yang disampaikan Al-Qur’an tidak ada keraguan di dalamnya. Ketika Para pembesar negeri melakukan tipu daya namun sejatinya mereka hanya menipu diri sendiri. Tertipu dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki. Lupa bahwa ada Zat Yang Maha Perkasa melebihi kekuatan dan kekuasaan yang ada di dunia ini.

Dakwah untuk para pembesar negeri sejatinya untuk kebaikan diri mereka sendiri. Kebaikan yang akan menghantarkan keselamatan dunia akhirat.

Inilah pola yang ditunjukkan Allah SWT bahwasanya sejak dahulu hingga sekarang akan selalu ada orang-orang menghalangi dakwah. Entah itu pemegang kekuasaan, orang-orang berlimpah harta, orang-orang berilmu, atau para pemuka agama.

Mereka mengingkari Allah SWT dan memilih menuhankan hawa nafsu mereka sendiri. Maka orang-orang beriman mengambil pelajaran bahwasanya rintangan dakwah pasti terjadi. Namun tetaplah bergerak menyampaikan nasehat dengan kemampuan yang dimiliki. Dengan tulisan, dengan lisan, dengan kekuatan atau dengan doa. Lalu serahkan kepada Allah sang pemilik hidayah.

~Sabina

 

30 Comments

Leave a Comment

*

*