Home
5 Dampak Buruk dari Mempermalukan Anak di Depan Umum

5 Dampak Buruk dari Mempermalukan Anak di Depan Umum

Pernahkah Kalian bepergian ke tempat umum dan memarahi si Kecil karena kenakalan yang ia lakukan atau perilakunya? Atau pernahkah Kalian merendahkan fisik anak dengan maksud untuk bercanda? Jika pernah melakukannya, maka Kalian harus menghentikannya saat ini.

Meskipun bermaksud untuk mendisiplinkan anak atau untuk menghibur, mempermalukannya di depan umum memiliki dampak yang lebih merusak pada kepribadian, daripada yang Kalian bayangkan. ak hanya itu, ada beberapa alasan lainnya mengapa Kalian tidak boleh mempermalukan anak di depan umum.

Berikut saya telah merangkum lima dampak buruk dari mempermalukan anak di depan umum. Yuk perhatikan!

1. Berisiko mengembangkan perilaku pengganggu
Mempermalukan di depan umum mungkin memicu perilaku penindas atau bullying pada anak kalian. Hal ini karena anak-anak memiliki pikiran seperti spons, di mana ia dapat menyerap apa yang dia lihat dari lingkungan sekitarnya. Jika Kalian sering memarahi, menegurnya, atau merendahkannya di depan umum, ia juga mungkin akan melakukan hal yang sama di antara teman-temannya. Pada dasarnya anak bertindak buruk sebagai cara untuk melampiaskan frustrasinya selama ini, yang sebenarnya harus dihindari dengan cara apa pun.

3. Cenderung memiliki self-esteem yang rendah
Direndahkan dan ditegur di depan umum, dengan banyak orang lain di sekitar, mungkin sangat memalukan bagi anak kalian. Walaupun masih berusia balita sekalipun, tidak ada seorang pun yang ingin terlihat buruk saat di depan umum, dan ini hal yang sama berlaku untuk anak. Bahkan jika Kalian bermaksud untuk bercanda, ini akan berdampak pada self-esteem atau harga diri yang rendah.

Dilansir dari The University of Texas at Austin Counseling and Mental Health Centre, harga diri yang rendah dapat menciptakan kecemasan, stres, kesepian, dan peningkatan kemungkinan depresi. Tak hanya itu, memarahi anak dengant tegas di depan umum juga akan berdampak pada masa depan anak. Seperti menyebabkan masalah dengan persahabatan dan hubungan romantis, mengganggu prestasi akademik dan pekerjaan, hingga menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba dan alkohol.

3. Kepercayaan yang hilang
Kepercayaan adalah pondasi penting dari hubungan apa pun, termasuk hubungan orangtua dan anak. Jika si Kecil sering direndahkan atau dimarahi oleh orangtuanya di depan umum, bahkan karena masalah kecil, ia mungkin mulai kehilangan kepercayaan, merasa tidak nyaman dengan orangtuanya, hingga merasa tidak aman.

Alhasil, anak akan menyembunyikan banyak hal, bisa berubah menjadi pemberontak. Tak menutup kemungkinan anak bahkan mungkin mulai membalas perbuatan orangtuanya suatu hari, terutama ketika ia sudah membangun keluarga sendiri.

4. Efek pada kesehatan emosional
Setiap orangtua memang harus memberi tahu anak bahwa ia tidak boleh mengulangi perilaku buruk yang sama lagi. Untuk ini, Kalian perlu berbicara dengan sopan atau memarahinya secara pribadi. Mempermalukan di depan umum hanya akan memicu sisi sedih, frustrasi, dan jengkel pada anak balita.
Selain itu, dilansir dari Medicinenet, sebuah penelitian menunjukkan bahwa membentak dan disiplin verbal yang keras dapat memiliki efek negatif yang serupa dengan hukuman fisik. Misalnya seperti mengembangkan masalah perilaku, kecemasan, depresi, stres, dan masalah emosional lainnya, mirip dengan anak-anak yang sering dipukul atau dipukul. Untuk menjaga balita agar tumbuh sehat baik secara fisik dan emosional, disarankan tetap untuk mengoreksinya, tetapi selalu secara pribadi.

5. Berdampak pada kesehatan diri sendiri
Kalian mungkin telah dikuasai oleh kemarahan sehingga tidak sadar telah mempermalukan anak di depan umum dengan memarahinya, tetapi ingatlah bahwa Kalian mungkin juga akan menyesalinya nanti. Hal-hal tertentu yang anak lakukan di depan umum, mungkin dapat memicu emosi Kalian, yang akhirnya bisa berdampak juga pada kesehatan diri sendiri.

Dilansir dari Heart and Stroke, kemarahan yang terlalu banyak (misalnya, berbicara dengan keras, berteriak, menghina, melempar barang, menjadi kasar secara fisik) dapat merusak kesehatan jantung. Pastikan Kalian selalu mengingatkan diri sendiri untuk tidak membiarkan kemarahan keluar. Kalian dapat memarahi anak tentang kejadian atau perilaku buruknya nanti saat Kalian sudah lebih tenang atau saat sudah kembali ke rumah.

Memarahinya di depan umum hanya akan memperburuk keadaan fisik dan emosional Kalian dan juga anak.

Nah itulah lima dampak buruk dari mempermalukan anak di depan umum. Apakah Kalian akan mendisiplinkan anak, menegur, atau mengajaknya bercanda, penting untuk memikirkan setiap kata yang dikeluarkan sebelum disampaikan.

Jangan sampai maksud Kalian yang baik, bisa menjadi bumerang yang justru merusak kepribadian anak ya!

~Isna Asyaro’

21 Comments

Leave a Comment

*

*