Home
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DIMASA PANDEMI

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DIMASA PANDEMI

Pendidikan dimasa pandemi merupakan salah satu tantangan bagi sebuah lembaga pendidikan baik tingkat atas maupun tingkat bawah, pendidikan negeri maupun swasta. tema pendidikan dimasa pandemi ini menjadi topik dan fokus bagi pemerintah baik dibawah pendidikan nasional maupun pendidikan islam di bawah kemenag. Karena pada hakikatnya proses pendidikan ( proses pembelajaran ) dilakukan secara langsung/ tatap muka antara guru dengan siswa/ santri karena materi yang akan disampaikan dapat di serap oleh siswa/ santri. pendidikan secara tatap muka (luring) dapat lebih efektif dalam pendidikan karakter pada siswa. karena guru tidak hanya memberikan materi saja , tetapi juga guru mendidik akhlak dari seluruh siswa ataupun santri didalam proses belajar mengajar (KBM). namun, pendidikan tatap muka secara serentak belum dapat dilaksanakan oleh berbagai lembaga baik negeri / swasta, pendidikan dibawah  diknas maupun kemenag karena ada faktor pandemi. proses pendidikan di massa pandemi ini harus dilakukan secara online (Daring). hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi adanya kerumunan orang yang beresiko menyebarkan Virus dimasa pandemi. pendidikan agama islam dimasa pendemi ini jelasnya dibahas dalam salah satu seminar disebuah universitas berikut ini:

Pada kesempatan itu, Muhammad Nasir memaparkan terkait Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Masa Pandemi Covid-19. Menurutnya, Pendidikan Agama Islam sejatinya membentuk karakter generasi muslim.

“Sejatinya Pendidikan Agama Islam membentuk generasi muslim, nantinya dia mampu mengembangkan dirinya, keluarga maupun masyarakat luas. Aspek pendidikan Agama Islam juga harus mencakup aspek amal ibadah shalat, puasa ,zakat dan segala amal pikiran manusia dihadapan Allah SWT”. Jelasnya.

Ia juga menyampaikan beberapa tahapan inovasi proses pembelajaran antara lain:

Student centered learning, inquiry learning, discovery learning, small group discussion, role play and simulation, case study, self directed pearning, cantextual learning, collaborative learning, project based learning, problem based learning.

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dilakukan dengan pendekatan student centered learning yang terdiri dari pra intruksional, instruksional dan pasca instruks.

Platform pelaksanaan permbelajaran menggunakan media online berupa Whatsapp (WA), e-mail, aplikasi Zoom, Google Classroom, Edmodo, dan Schoology, google Meet.

Selain itu, ia juga menjelaskan terkait konsep merdeka belajar. Menurutnya konsep tersebut merupakan inovasi terbaru yang nantinya dijumpai dilingkungan pendidikan dengan suasana yang membahagiakan.

“Konsep merdeka belajar punya tujuan membuat kita dan siswa mendapatkan suasana yang bahagia dan terlepas dari tekanan, lalu dia juga menekankan pada ketrampilan berpikir kritis dan analisis, membangun esensi kemerdekaan berpikir. Tapi kemerdekaan berpikir ini harus berangkat dari gurunya dulu”. Jelasnya.

Diwaktu yang sama, ia juga menyampaikan beberapa tanggung jawab seorang guru diantaranya menyediakan media pembelajaran yang kreatif, merangsang pengatahuan peserta didik, memonitor dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

“Tanggung jawab guru tidak hanya menyampaikan materi dengan model ceramah saja tapi harus kreatif proses pembelajarannya, dirancang sedemikian rupa, memancing pengatahuan anak didik, dan yang terpenting harus menjadi teman belajar siswa yang menyenangkan sehingga proses pembelajaran anak benar-benar atas kesadarannya sendiri dan merdeka atas pilihannya”. Imbuhnya

Pendidikan yang sedang dilakukan dimasa pandemi memang lah tidak sebaik dan se efektif seperti pendidikan tatap muka/ secara langsung, namun banyak hal yang bisa dilakukan dalam bidang pendidikan di masa seperti ini. ilmu teknologi semakin sering digunakan baik itu guru, siswa , dan warga lingkungan sekolah. artinya , pendidikan yang dilakukan semakin maju, khususnya pendidikan agama islam

Oleh: Ustadz Ridho

29 Comments

Leave a Comment

*

*